Bismillahirrohmanirrohiim

Bismillahirrohmaanirrohiim
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

Selasa, 27 Maret 2012

Sebuah Tragedi, Sebuah Kenangan Manis :)

Suatu malam yang sunyi, ketika di mana semua orang terlarut dalam mimpi, ketika banyak jiwa tak bersatu dengan raga, seorang wanita, sebut saja namanya Linda, mendapat sebuah panggilan.
"Halo, Assalamu'alaykum." sapa wanita itu.
"Wa'alaykumsalam. Tante, ini Kiki. Tolong bilang Oom, Tante, Bapak meninggal."
Tante Linda langsung benar-benar-benar tersadar dan membangunkan suaminya, sebut saja Yadi.
"Bang, Abang, Mas Didi meninggal."
Sang suami terbangun dan langsung menelepon ke rumah Mas Didi. Dan ternyata, SIBUK!
Yadi langsung menelepon sanak kelurga yang lain. Pertama ia menelepon ke kediaman adiknya. Dan tak diangkat-angkat juga. Ia telepon lagi sampai akhirnya adiknya yang bungsu mengangkat.
"Halo?" sapa sang Adik, sebut saja Bunga.
"Elu tau gak? Tau gak lu?" tanya Yadi langsung.
"Tau apa?"
"Itu Mas Didi meninggal. Kok lu nggak tau? Malah asik-asik tidur."
"Hah? Yang bener lu?" Bunga terdengar kaget.
"Coba sekarang elu telepon rumahnya Mas Didi. Sibuk tahu. Pasti lagi ngabarin keluarga Mas Didi yang lain."
"Iya, iya. Nanti gue ke rumahnya deh."
"Iya, cepet."

Setelah itu, ia menelepon ke kediaman kakak laki-laki satu-satunya.
"Halo?" ternyata anak laki-lakinya yang mengangkat.
"Halo, Us, bilang Bapak, Mas Didi meninggal."
"Apa? Yang bener Oom?"
"Iya. Bilang Bapak ya."

Dan tak lupa Yadi juga menelepon kakak perempuannya yang di Bandung.
"Yum, itu Mas Didi meninggal."
"Hah? Serius? Innalillahi."
"Iya. Ini gue mau ke sana."
"Iya, iya, gue juga ke sana sekarang deh."

Selesai menelepon, tiba-tiba ada yang mengetuk rumah Yadi.
"Assalamu'alaykum Pak Yadi. Ini, Pak Bambang meninggal."
Semakin pusinglah Yadi karena keluarga dan tetangganya ada yang meninggal.
"Ooo gitu, Pak. Iya nanti saya ke sana, sebentar. Keluarga saya juga ada yang meninggal soalnya."
"Iya, Pak. Ditunggu."

Yadi langsung menghampiri Linda, istrinya.
"Lin, kamu bangunin anak-anak, siap-siap ke Jakarta. Terus saya ke Pak Bambang sebentar ngurus pemakaman. Habis itu kita langsung ke Jakarta."
"Iya, Bang."

***

"Mas Didi meninggal. Ini gue sama Nur mau ke sana, Ri. Lo coba teleponin Rodif. Dia diteleponin nggak bisa-bisa." jelas Bunga pada Kakaknya.
"Hah? Innalillahi. Iya nanti gue telepon si Rodif."
"Gue teleponin rumah Mas Didi nggak bisa-bisa. Mungkin lagi ngabarin yang lain."

Akhirnya, Ari menelepon Rodif.
"Halo?"
"Dif, ini Bibi Ari."
"Kenapa, Bi?"
"Kamu di mana?"
"Ini masih di Tangerang. Ada kerjaan."
Ari langsung menangis sejadi-jadinya.
"Bapak luuu, Diiiffff. Huaaaaa."
"Bapak kenapa, Bi?" tanya Rodif dengan nada datar.
"Bapak luuu, Diiifff."
Tangisan Ari semakin menjadi.
"Bapak kenapa, Bi?" tanya Rodief lagi dengan nada yang tidak sabar.
"Bapak lu Meninggal."
Dan Rodif langsung menangis sejadi-jadinya.

***

Di malam, di selimutkan dinginnya Bandung.
"Bi Yum, ini bagaimana? Oom Didi meninggal." telepon Sani sambil menangis.
"Iya, San, Bibi juga nggak nyangka."
"Bibi mau ke Jakarta?"
"Iya. Sama Putri. Rencananya secepatnya setelah dapet kabar dari Bunga dan Nur."
"Sani ikut Bibi, ya? Sani lagi di Bandung juga soalnya."
"Iya. Nanti dikabari lagi ya."

***

"Pak, tadi Oom Yadi telepon, katanya Pakde Didi meninggal." kata Daus pada Bapaknya.
Bapaknya langsung lemas dan terduduk di sofa. Mulai menangis.
"Kenapa harus Tinaaa adik Bapaak? Kasian amat sih lu, Tiiin." seru Bapak Daus histeris.
"Yasudah, Pak, kita ke Jakarta saja langsung sekarang."

Perlu diketahui kalau Didi adalah suami dari Tina, yang merupakan adik dari Bapak Daus dan Kakak dari Bunga, Nur, Yum, Ari, dan Yadi tentunya.

***

Sampai di rumah Didi, Bunga dan Nur heran karena keadaan rumah begitu gelap dan sunyi. Seperti tidak terjadi apa-apa.
"Tiiiin. Tinaaaaa." panggil Nur sambil menggoyang-goyangkan gembok yan tergantung.
Sampai akhirnya, Tina keluar dan kebingungan mendapati dua adiknya berada di depan rumahnya jam dua dini hari.
"Lu berdua ngapain ke sini?" tanya Tina dengan datar. "Ada apa?"
"Mas Didi mana? Mas Didi nggak kenapa-kenapa? Gue dapet telepon dari Yadi katanya Mas Didi meninggal."
"Hah? Kata siapa? Enggak. Itu Mas Didi lagi tidur."
Bunga dan Nur langsung terduduk lemas.
"Siapa, Ma?" tanya seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Didi.
"Itu kata si Yadi Mas Didi meninggal." jelas Bunga.
"Enggak, kok. Ini sehat walafiat begini."
"Habis tadi katanya si Kiki telepon Yadi katanya Mas Didi meninggal." kata Nur.
"Itu si Kiki aja lagi tidur."
Semakin lemas lah Bunga dan Nur.
"Terus kenapa rumah ini di teleponin nggak bisa-bisa?" tanya Bunga.
"Lu berdua tahu sendiri kan telepon di rumah gua kalo tiap malem memang dicabut kabelnya?"

***

Aneh, bukan? Lalu sebenarnya, "Bapak Kiki" yang dimaksud itu siapa?
Selidik punya selidik, masih ingat kan cerita kalau ada tetangga Yadi yang meninggal?
Pak Bambang?
Dan ternyata, Pak Bambang ini mempunyai seorang putri yang bernama KIKI.

***

Ini adalah kisah nyata yang terjadi di keluarga ku tercinta, keluarga ArFat. Dengan nama yang disamarkan tentu saja. Kejadian yang menambah kemanisan dalam keluarga kami.

I LOVE YOU ALL, FAMZ :D


-d-

Jumat, 24 Februari 2012

Mukmin, Muslim

1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya,

3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

4. dan orang yang menunaikan zakat,

5. dan orang yang memelihara kemaluannya,

6. kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela.

7. Tetapi barang siapa mencari dibalik itu (zinah dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

8. Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya,

9. serta orang yang memelihara sholatnya.

10. Mereka itulah orang yang akan mewarisi,

11. (yakni) yang akan mewarisi (surga)Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

QS : Al Mu'minun 1-11

Sungguh simpel bukan apa yang Alloh minta dari kita?
Dan balasannya pun luar biasa bila memang niat kita memang hanya untuk mencari ridho-Nya dan Ikhlas.
Jika sudah begini,
"Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban"
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Semoga Alloh melindungi kamu, aku, dan kita semua untuk terus menjaga keistiqomahan kita.
Aamiin Ya Robbal Alamiin.
Aamiin Allohumma aamiin.

-d-

Kamis, 23 Februari 2012

It's all about me, myself, and I

Ini dia riwayat hidup si empunya BLOG.
Akan saya jabarkan satu persatu.
Tahun 1993
Lahir dengan selamat Alhamdulillah. Dan sempat diasingkan ke Malang.
Tahun 1994
Bisa jalan dengan sempurna di usia 9 bulan dan mulai tumbuh gigi :D Juga ada kesalahan teknis yang membuat saya di operasi di bagian leher dan paha yang sampai sekarang masih berbekas loh :D
Tahun 1995
Senang karena mempunyai Adik Sepupu bernama Mohammad Yusuf yang bisa dijailin :D Dan pertama kali merasakan dingin yang menusuk tulang dan menghirup udara di Puncak.
Tahun 1996
Pertama kali naik kuda di Puncak :D
Tahun 1997
Dibeliin boneka :D
Tahun 1998
Masuk TK Alkhairiah dan pertama kali naik kapal laut :D. Lomba mewarnai dan menang juara 2.
Tahun 1999
Masuk SD Negeri Lagoa 01 Pagi dan masuk TPA ISLAM. Juga masuk karate :D
Tahun 2000
Diomelin karena nggak punya uang, eh malah MALAK orang lain. Nangis nonton kuch-kuch hota hai di kamar si Oom.
Tahun 2001
Lagi tergila-gila sama yang namanya Telenovela. Berawal dari AMIGOS :D Pertama kali nonton Bioskop, Petualangan Sherina :D
Tahun 2002
Ikut pertandingan Karate dan kalah tapi malah ketawa-ketawa karena diledekin abis-abisan. Ckck. Nonton di Bioskop Ada Apa Denga Cinta sama keluarga berderet.
Tahun 2003
Ikut Lomba menghafal surat pendek dan juara 2 :D Dikasih cincin sama seorang laki-laki 3 tahun di atasku entah atas dasar apa dia ngasih itu cincin. Pergi ke laut untuk Gashuku, sumpah asyik bangettt.
Tahun 2004
Merasakan sebuah debar yang dinamakan cinta pertama dan ditembak sama cinta pertamaku yang pendiem tapi ternyata sahabat karibku dari kecil juga suka sama dia. Di situlah adegan sinetron terjadi. "Kamu suka sama aku, kan? Kalo kamu suka sama aku, tembak dia." Buahaha cekakakan sendiri kalau inget kejadian itu. Saya juga dilukis sama dia dan dia bilang senyumku adalah senyum termanis sedunia. Awawaw hahahaha. Pertama kali ke Villa dengan teman-teman karate untuk Gashuku naik Gunung dan ujian kenaikan tingkat.
Tahun 2005
Melihat pertandingan Karate se Gubernur. Lulus SD. Masuk SMP Negeri 30 Jakarta dan merasakan keababilan dari putih merah ke putih Abu-abu. Ikut Les Bahasa Inggris di LBPP LIA. Pertama kali melihat seorang pria di LIA, yang ternyata sangat aku cintai sampai saat ini. Yang sampai saat ini adalah pemilik hatiku.
Tahun 2006
Makin suka sama seorang cowok dari pertama kali lihat dia di LIA tahun 2005 yang bertahan sampai saat ini.
Tahun 2007
Ikut Remaja Masjid. Pertama kali ikut kepanitiaan untuk pelaksanaan Isra' Mi'raj :D
Tahun 2008
Lulus SMP dan masuk ke SMA Negeri 13. Masuk ke Tim PASKIBRA 13.
Tahun 2009
Si cinta pertama ngajak pacaran lagi tapi kandas dalam rentang waktu yang tidak lama. Ikut kepengurusan di PASKIBRA 13 dan di situlah segala pelajaran dan hikmah kehidupan aku dapatkan. Sensasinya tak terlupakan. Pertama kali berhijab :D
Tahun 2010
Di dera sakit yang bertubi-tubi. Tahun ini benar-benar menguji kesabaranku :D Alhamdulillah sekarang semuanya membaik :D
Tahun 2011
Kegundahan merajalela karena menghadapi banyak ujian, UN, dan sampai akhirnya SNMPTN. Sampai akhirnya Universitas Pendidikan Indonesia menerimaku sebagai salah satu mahasiswanya :D Alhamdulillah Ya Alloh Ya Robb.

Itulah segala kisah unik dari seorang gadis pendek nan mungil ini :D mungkin bagi kalian biasa saja. Tetapi bagiku LUAR BIASA. Karena dari situlah aku belajar BERSYUKUR :D

Terima kasih kepada semua pihak yang selalu sabar menghadapi aku.
Especially You, MOM :D
I LOVE YOU :D


-d-

Senin, 06 Februari 2012

Yaaa, Itulah Dirimuuu.


Dedicated to : Tubagus Fadillah Setyabudi Leksana :D

Sesaat, tepat saat akan hilang.
Lembaran waktu terukir kembali.
Yang hadir pada setiap malam kelam.
Ya, itulah dirimu.
Rasanya, aku berada dalam dunia fatamorgana.
Serasa dipermainkan, bukan?
Aku bertanya, pada air nila tentang dinginmu.
Aku berlari, menyusuri langit kelabu untuk menggapai langitmu.
Aku mendaki, bermimpi, menggenggam sebuah khayalan yang menderuderakan jiwa akan dirimu.
Pada akhirnya, aku menepi di sampingmu.
Jelas saja, BUKAN.
Karena egoku, apalagi semayam di hati.
Karena engkau, merenangi sendu diri ini.
Ya, itulah dirimu.
Terasa dekat, namun ternyata sangat jauh.
Begitu jauh, namun ternyata begitu dekat.
Selalu membayangi bayanganku.
Ya, itulah dirimu.

Happy birthday, Titanium! :D

-d-

Senin, 16 Januari 2012

Creed - One Last Breath

Biasanya kan saya cuma mosting teksnya saja untuk lagu.
Kali ini saya posting juga rekamannya, jadi jangan lupa didenger yaaa (:
Malu sih, tapi not too bad, I think :D
Let's hear (;



Dedicated to :
21 kuh tercinta yang sekarang lagi pada makan di D'Cost Mall Kelapa Gading.
Walau tanpa aku, hihi.
Ada Tulus, Aini, Bintang, Elan, Ridhwan, Della, Bondan, Taufik, Irfan, Rizky, dan Bagus.

Ni dia nih tampang mereka setelah kenyaaang :D





Creed - One Last Breath


Please come now I think I'm falling
I'm holding on to all I think is safe
It seems I found the road to nowhere
And I'm trying to escape
I yelled back when I heard thunder
But I'm down to one last breath
And with it let me say
Let me say

Hold me now
I'm six feet from the edge and I'm thinking
maybe six feet
Ain't so far down

I'm looking down now that it's over
Reflecting on all of my mistakes
I thought I found the road to somewhere
Somewhere in His grace
I cried out heaven save me
But I'm down to one last breath
And with it let me say
Let me say

Hold me now
I'm six feet from the edge and I'm thinking
maybe six feet
Ain't so far down

Sad eyes follow me
But I still believe there's something left for me
So please come stay with me
'Cause I still believe there's something left for you and me
For you and me
For you and me

Hold me now
I'm six feet from the edge and I'm thinking
maybe six feet
Ain't so far down

Please come now I think I'm falling
I'm holding on to all I think is safe


-d-

Jumat, 13 Januari 2012

Tentangku, Dilophosaurus

Lagi-lagi si empunya blog lupa kalau dia belum mendeskripsikan tentang dirinya.
Kalau diprofile, si penulis agak-agak males gitu.
Jadi mending dia jadiin Entry aja (:
Nih dia nih biodata si Penulis.
Check it out.

Nama
Dina Putri Setyowati

Tempat Tanggal Lahir
Jakarta, 29 September 1993 (diinget-inget yaaa :D)

Tinggi dan berat badan
Kebetulan penulis agak sedikit sensitif untuk hal ini. Karena si Penulis mungil gimana gitu :p

Hobi
Membaca dan menulis tentunya. Si penulis juga suka makan. Suka gangguin orang. Suka nyanyi walau nggak memungkinkan. Suka nari ngikutin gaya SNSD gitu # bukan nak sombong loh, tapi dulu penulis memang mantan penari :p

Cita-cita
Cita-cita penulis banyak banget. Bukannya gak mau share, tapi penulis lagi nggak bawa datanya saat menulis Entry ini :p Untuk masalah pekerjaan, Penulis mau menjadi seorang Dosen, secara sekarang Penulis juga lagi menempuh Pendidikan yang mengerucut menjadi profesi itu. Untuk masalah keuangan, Penulis mau penghasilannya nggak didapet dari profesinya yaitu mengajar, penulis maunya penghasilannya didapat dari usaha Advertising dan Supplier yang akan dia bangun. Oke munafiknya, Penulis memang butuh uang dari mengajar itu untuk mendapatkan modal. Setelah itu, biarlah mengajar merupakan bentuk pengabdiannya :p Dan untuk menunjang tercapainya terbangunnya dua usaha tersebut, Penulis jelas butuh banyak relasi, Penulis maunya dia punya banyak relasi dari luar negeri yang akan Penulis dapatkan saat ia menempuh S2.
Bagi para pembaca tolong Meng-Amin-Kan yaaa :p masih banyak sebenernya hal-hal yang ingin Penulis raih (:

Lagu Favorit
Banyak bangeeettttt. Penulis sering menemukan insirasi dari sebuah lagu. Lagu yang paling menginspirasi : A Guardian Angel nya The Red Jumpsuit Apparatus sama Hapus Aku nya Nidji :)

Makanan Favorit
Banyak jugaaa. Da orangnya suka makan :p Tapi yang The Most itu masakan Ibunya (: itu karya surga (: Dan Lasagna.

Hal-hal lain tentang Penulis :
1. Penulis suka banget dan sangat menghargai juga mengapresiasi yang namanya KESENIAN. Jadi kalau mau menunjukkan bakat apa yang kalian punya, kasih tunjuk ajaaaaa. Maka dari itu dia nggak sensi pas muncul Boy Band dan Girl Band di Indonesia, hahahaha.
2. Penulis ini sering dengerin cerita. Dan juga suka. Maka dari itu dia selalu berusaha jadi pendengar yang baik :D
3. Penulis ini Mellow abiisss. Mungkin karena keseringan nonton drama Korea.
4. Penulis paling nggak suka diajak belanja.
5. Penulis ini pemerhati segala hal. Maka dari itu dia suka diam sendiri di tengah keramaian. Kalo kata Melly dan Ari Lasso "Ku terdiaaam bukaaan bisuuu."
6. Penulis ini Apatis sama yang namanya Perpolitikkan di Negaranya. Tapi tentu saja dia cinta negaranya tanpa mau ikut campur tentang perpolitikkan itu sendiri kecuali soal Pendidikan dan Kesenian.
7. Penulis dari dulu pengen sekali naik gunung, terutama Gunung Mahameru #Efek baca 5cm. Dari SMA pengen banget ikut ekstrakurikuler Pecinta Alam. Tapi kata sang Ibu "Mama an cuma punya satu." Yasudah, manut saja. Toh banyak kebaikannya kalau nurut orang tua, apalagi Ibu (:
8. Penulis sangat jatuh cinta sama yang namanya SENDRA TARI RAMAYANA yang ditampilin setiap hari di Candi Prambanan Yogyakarta.
9. Penulis ini sangat ingin punya rumah di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.

Apalagi yaaa?
Sepertinya sudah cukup.
Semoga ini semua dapat mewakili semua hal yang ingin kalian ketahui tentang penulis
#sok selebriti banget, hahahaha.
Dan jangan lupa, Add Facebooknya kalau mau berinteraksi dengan Penulis.
Cukup klik Facebook Badge yang ada di sebelah kanan (;

Sekian :D

-d-

Kamis, 12 Januari 2012

Persepsi

Tiba-tiba aku mendapatkan pesan singkat, bukan, lebih tepatnya pesan instan, dari salah seorang teman.
"Saya boleh nangis an ya?"
Ada-ada saja, pikirku. Dan aku tak membalasnya.
Esoknya, aku mengirimkan pesan yang juga instan ke dia.
"Kemaren knp ?"
"Batin saya tersiksa.tp gpp."
"Karena ?"
Dan dia pun menjelaskan. Tidak detail memang. Entah aku bingung untuk memberi kata-kata yang tepat atau bagaimana.
"Yang sabar ya"
Hanya itu yang dapat aku katakan untuk mewakili segalanya.
Dan aku rasa dia mengerti.
"Saya orangnya cepet pulih kok.makasih."
Dan aku biarkan pesan itu menjadi yang terakhir antara aku dan dia. Tapi setelah beberapa lama, dia memberiku pesan instan lagi.
"Maaf saya mengganggu Anda.Karena saya tidak terpikirkan orang lain selain Anda."

Saya pun tidak dapat menyimpulkan apa-apa dari cerita di atas.
Hanya berusaha memutarbalikkan posisi.
Berusaha menjadi sudut pandang lainnya.
Dan dari cerita di atas saya dapat satu hal.

"Sastra.satu kata yang selalu membayangi bayanganku.yang membuat segala nuansa insan merasa dipermainkan dengan kemaknaan yang terkait dengan untaian misteri."

Apa maksudnya? Tentu hanya Alloh SWT dan aku yang tahu (:
Saya orangnya an memang Abstrak :D

-d-