Izinkan aku bercerita saat ini.
Pelampiasan dari segala ketakutan dan kecurigaan.
Aku menegaskan kepada sahabatku, bahwa antara aku dan kamu bukan masalah hati, tapi masalah mimpi.
Tapi apa kamu peduli dan mengerti?
Apa kamu akan memasang telinga dan mendengar?
Selama ini, di setiap hal yang aku lakukan, terselip rasa terima kasihku untukmu.
Tak dapatkah hanya sekadar menerimanya?
Kalau kata sahabatku, "Berterima kasih yang dijadikan sebagai formalitas dari sopan santun."
Ya, begitulah yang ku tangkap.
Terima kasih.
Untuk selalu menjadi nyawa bagi setiap tulisan-tulisanku.
Untuk bersedia menghidupkan segala aspeknya.
Terimakasih, wahai penyejuk hati :)
-d-
Bismillahirrohmanirrohiim
Bismillahirrohmaanirrohiim
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Sabtu, 11 Agustus 2012
Jumat, 11 Mei 2012
Penantian di Batas Waktu :D
Hari ini ada mata kuliah umum AGAMA ISLAM.
Kebetulan materinya tentang pernikahan.
Topik yang sangat menggugah perhatian seluruh penjuru kelas.
Karena pernikahan adalah hal yang sangat sakral.
Dan sang Dosen bertanya seperti apa tipe pasangan hidup yang kita inginkan.
Aku memang tidak mendapat kesempatan untuk menjawabnya.
Tetapi jelas, aku menjawab pertanyaan itu dalam hatiku.
Karena aku memang sudah mempunyai kriteria untuk suamiku kelak :D
Kalau untuk masalah Agama, shaleh dengan artian menjalankan setiap aspek dalam hidupnya karena Alloh dan sesuai dengan sunnah Rasulullah, menjalankan segala perintah Alloh dan menjauhi segala larangan-Nya, jelas itu kriteria utama yang tak bisa diabaikan.
Lalu sangat sayang dan hormat pada keluarga khususnya orang tua, juga tak mungkin aku lupakan.
Karena biar bagaimanapun, seorang pria sampai akhir hayat hidupnya yang harus menjadi wanita yang paling utama itu tetap ibunya, tidak boleh ia lebih mementingkan istri dari ibunya.
Juga, ia adalah sosok orang yang bijaksana dan survive, memandang suatu problema dari segala sisi.
Kemudian, dia dapat menjadi Imam yang baik untuk keluargaku, ia juga dapat menjadi panutan bagi anak-anakku, ia dapat menjadikan diriku ini bernilai 9, juga dapat membawaku ke surga abadi :D
Ya Alloh Ya Robb, hamba hanya ingin berikhtiar di dalam lindungan-Mu. Untuk mendapatkan pendamping hidup yang dapat menjadi ladang pahala, karena dengan sangat baiknya merelakan tulang rusuknya untuk hamba.
Hamba hanya dapat berusaha menjadi orang yang sepantas-pantasnya untuk calon suami hamba yang sebaik-baiknya kelak.
Aamiin Allohumma aamiin, Aamiin ya robbal 'alamiin.
-d-
Kebetulan materinya tentang pernikahan.
Topik yang sangat menggugah perhatian seluruh penjuru kelas.
Karena pernikahan adalah hal yang sangat sakral.
Dan sang Dosen bertanya seperti apa tipe pasangan hidup yang kita inginkan.
Aku memang tidak mendapat kesempatan untuk menjawabnya.
Tetapi jelas, aku menjawab pertanyaan itu dalam hatiku.
Karena aku memang sudah mempunyai kriteria untuk suamiku kelak :D
Kalau untuk masalah Agama, shaleh dengan artian menjalankan setiap aspek dalam hidupnya karena Alloh dan sesuai dengan sunnah Rasulullah, menjalankan segala perintah Alloh dan menjauhi segala larangan-Nya, jelas itu kriteria utama yang tak bisa diabaikan.
Lalu sangat sayang dan hormat pada keluarga khususnya orang tua, juga tak mungkin aku lupakan.
Karena biar bagaimanapun, seorang pria sampai akhir hayat hidupnya yang harus menjadi wanita yang paling utama itu tetap ibunya, tidak boleh ia lebih mementingkan istri dari ibunya.
Juga, ia adalah sosok orang yang bijaksana dan survive, memandang suatu problema dari segala sisi.
Kemudian, dia dapat menjadi Imam yang baik untuk keluargaku, ia juga dapat menjadi panutan bagi anak-anakku, ia dapat menjadikan diriku ini bernilai 9, juga dapat membawaku ke surga abadi :D
Ya Alloh Ya Robb, hamba hanya ingin berikhtiar di dalam lindungan-Mu. Untuk mendapatkan pendamping hidup yang dapat menjadi ladang pahala, karena dengan sangat baiknya merelakan tulang rusuknya untuk hamba.
Hamba hanya dapat berusaha menjadi orang yang sepantas-pantasnya untuk calon suami hamba yang sebaik-baiknya kelak.
Aamiin Allohumma aamiin, Aamiin ya robbal 'alamiin.
-d-
Label:
Islamku INDAH (:
Rabu, 09 Mei 2012
H I K M A H
Anggap saja saya menulis post ini dengan latar tempat sebuah lapang yang sangat luas tak terjangkau.
Namun saya seorang diri di sana.
Dan terlantunlah lagu ini.
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah wallahu akbar
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah hasbi Allah
Ya Rabbi
Di tepi kerinduanku
Memandang hampa pada dunia
Ku hanya orang biasa
Tak lepas dari rasa kecewa
Hanya padaMu tempatku mengadu
Pahit yang kini menyiksaku
Aku percaya tiada yang sia-sia
Semua ‘kan ada hikmahnya
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah wallahu akbar
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah hasbi Allah
Ya Rabbi
Kebenaran itu nyata
Kesucian itu Surga
Hilangkan rasa kecewa
Segalanya pasti ada hikmahnya
Angan yang membalut mimpi
Dulu melukis nyanyian hati
Ku hanya orang yang kalah
Satukan hatiku yang terbelah
Hanya padaMu tempatku mengadu
Pahit yang kini menyiksaku
Aku percaya tiada yang sia-sia
Semua ‘kan ada hikmahnya
Hanya padaMu tempatku mengadu
Pahit yang kini menyiksaku
Aku percaya tiada yang sia-sia
Semua ‘kan ada hikmahnya
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah wallahu akbar
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah hasbi Allah
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah wallahu akbar
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah hasbi Allah
Ya Rabbi
Ya Allah
Semua yang terjadi
‘Kan ada hikmahnya
Dan Allah berkata dala firman-Nya.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Selama 31 kali ayat itu diulang-ulang dalam surat Ar-Rahman.
Dan, barang siapa merasa lelah, maka ingatlah, Allah Azza Wajalla berjanji
"Fainna ma'al 'usri yusraan.Inna ma'al 'usri yusraan."
:)
-d-
Namun saya seorang diri di sana.
Dan terlantunlah lagu ini.
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah wallahu akbar
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah hasbi Allah
Ya Rabbi
Di tepi kerinduanku
Memandang hampa pada dunia
Ku hanya orang biasa
Tak lepas dari rasa kecewa
Hanya padaMu tempatku mengadu
Pahit yang kini menyiksaku
Aku percaya tiada yang sia-sia
Semua ‘kan ada hikmahnya
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah wallahu akbar
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah hasbi Allah
Ya Rabbi
Kebenaran itu nyata
Kesucian itu Surga
Hilangkan rasa kecewa
Segalanya pasti ada hikmahnya
Angan yang membalut mimpi
Dulu melukis nyanyian hati
Ku hanya orang yang kalah
Satukan hatiku yang terbelah
Hanya padaMu tempatku mengadu
Pahit yang kini menyiksaku
Aku percaya tiada yang sia-sia
Semua ‘kan ada hikmahnya
Hanya padaMu tempatku mengadu
Pahit yang kini menyiksaku
Aku percaya tiada yang sia-sia
Semua ‘kan ada hikmahnya
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah wallahu akbar
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah hasbi Allah
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah wallahu akbar
Subhanallah walhamdulillah
Astaghfirullah hasbi Allah
Ya Rabbi
Ya Allah
Semua yang terjadi
‘Kan ada hikmahnya
Dan Allah berkata dala firman-Nya.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Selama 31 kali ayat itu diulang-ulang dalam surat Ar-Rahman.
Dan, barang siapa merasa lelah, maka ingatlah, Allah Azza Wajalla berjanji
"Fainna ma'al 'usri yusraan.Inna ma'al 'usri yusraan."
:)
-d-
Label:
Islamku INDAH (:
Rabu, 04 April 2012
The Spy Next Door
Sutradara : Brian Levant
Produser : Robert Simonds
Penulis : Gregory Poirier
Jonathan Bernstein
James Greer
Pemeran : Jackie Chan
Amber Valletta
Billy Ray Cyrus
George Lopez
Musik : David Newman
Sinematografi : Dean Cundey
Penyunting : Lawrence Jordan
Tanggal Rilis : 15 Januari 2010 (Amerika Serikat)
19 Maret 2010 (Britania Raya)
Durasi : 92 menit
Genre : Action Comedy

Siapa yang tidak tahu seorang Jackie Chan yang sangat melegenda itu? Kali ini ia kembali melancarkan aksi yang membuat penonton membelalakkan mata dan membuat mata berair karena lelucon yang ada dalam film ini.
Kisah berawal dari adanya seorang agen rahasia dari Cina, Bob Ho (Jackie Chan), yang berada dalam tugas menyamar. Namun, ia memutuskan untuk berhenti dari karirnya sebagai mata-mata itu dan tinggal dengan perasaan damai dan tentram dengan tetangganya yang juga kekasihnya, Gillian (Amber Valletta), seorang single parent dengan tiga orang anak.
Namun, untuk menjadi suami Gillian selamanya, Bob mempunyai sebuah tugas yang jauh lebih sulit dari menjadi mata-mata CIA, yaitu menaklukan hati tiga anak Gillian yang sangat tidak suka kepadanya.
Saat Gillian mendadak harus keluar kota, Bob melihat adanya kesempatan bagus untuk lebih dekat dengan anak-anak Gillian sehingga ia dengan sukarela menawarkan diri untuk menjaga anak-anak Gillian. Namun saat salah seorang anaknya tanpa sengaja mengunduh sebuah rahasia penting dari komputer milik Bob, membuat musuh utama Bob, teroris Rusia, siap menyerangnya, memaksa Bob kembali ke masa lalu sebagai mata-mata dalam sebuah misi paling menantang dalam karirnya.
Film ini menyatupadukan segala rasa dan sensasi para Penonton. Di dalamnya terdapat unsur action yang menegangkan namun sama sekali tidak ada kekerasan yang akan berpengaruh terhadap anak-anak.
The Spy Next Door, film yang penuh canda tawa karena tingkah Bob menghadapi anak-anak Gillian, memaparkan secara jelas bagaimana seseorang harus bersikap ketika ia menghadapi pekerjaan dan ketika ia sedang di rumah. Banyak pesan moral yang tersampaikan secara tesirat dan juga tersurat.
Dan salah satu hal yang membuat film ini semakin recommended untuk ditonton adalah Jackie Chan menyanyikan lagu dari daerah asalnya, sebuah lagu tidur dengan bahasa China, sehingga sentuhan seni yang sedikit itu membuat film terasa semakin hidup.
Namun, pada dasarnya, film ini akan monoton jika tidak ada anak-anak Gillian. Seharusnya, disisipkan komedi di sela-sela ketegangan yang terjadi dalam film.
The Spy Next Door, sebuah mahakarya yang membuat segala penjuru dunia ternganga dengan segala aksi dan tingkah yang terjadi dalam film. Efek musik dan back sound yang telah disetting juga sangat berpengaruh dalam menghidupkan film ini sedemikan rupa sehingga sebuah mahakarya ini membuat canda tawa lepas dan para Penonton akan dilanda ketegangan yang mengalahkan ketegangan jika naik roller coaster.
Jadi, berminatkah Anda untuk siap menerima segala sensasinya?
-d-
Produser : Robert Simonds
Penulis : Gregory Poirier
Jonathan Bernstein
James Greer
Pemeran : Jackie Chan
Amber Valletta
Billy Ray Cyrus
George Lopez
Musik : David Newman
Sinematografi : Dean Cundey
Penyunting : Lawrence Jordan
Tanggal Rilis : 15 Januari 2010 (Amerika Serikat)
19 Maret 2010 (Britania Raya)
Durasi : 92 menit
Genre : Action Comedy

Siapa yang tidak tahu seorang Jackie Chan yang sangat melegenda itu? Kali ini ia kembali melancarkan aksi yang membuat penonton membelalakkan mata dan membuat mata berair karena lelucon yang ada dalam film ini.
Kisah berawal dari adanya seorang agen rahasia dari Cina, Bob Ho (Jackie Chan), yang berada dalam tugas menyamar. Namun, ia memutuskan untuk berhenti dari karirnya sebagai mata-mata itu dan tinggal dengan perasaan damai dan tentram dengan tetangganya yang juga kekasihnya, Gillian (Amber Valletta), seorang single parent dengan tiga orang anak.
Namun, untuk menjadi suami Gillian selamanya, Bob mempunyai sebuah tugas yang jauh lebih sulit dari menjadi mata-mata CIA, yaitu menaklukan hati tiga anak Gillian yang sangat tidak suka kepadanya.
Saat Gillian mendadak harus keluar kota, Bob melihat adanya kesempatan bagus untuk lebih dekat dengan anak-anak Gillian sehingga ia dengan sukarela menawarkan diri untuk menjaga anak-anak Gillian. Namun saat salah seorang anaknya tanpa sengaja mengunduh sebuah rahasia penting dari komputer milik Bob, membuat musuh utama Bob, teroris Rusia, siap menyerangnya, memaksa Bob kembali ke masa lalu sebagai mata-mata dalam sebuah misi paling menantang dalam karirnya.
Film ini menyatupadukan segala rasa dan sensasi para Penonton. Di dalamnya terdapat unsur action yang menegangkan namun sama sekali tidak ada kekerasan yang akan berpengaruh terhadap anak-anak.
The Spy Next Door, film yang penuh canda tawa karena tingkah Bob menghadapi anak-anak Gillian, memaparkan secara jelas bagaimana seseorang harus bersikap ketika ia menghadapi pekerjaan dan ketika ia sedang di rumah. Banyak pesan moral yang tersampaikan secara tesirat dan juga tersurat.
Dan salah satu hal yang membuat film ini semakin recommended untuk ditonton adalah Jackie Chan menyanyikan lagu dari daerah asalnya, sebuah lagu tidur dengan bahasa China, sehingga sentuhan seni yang sedikit itu membuat film terasa semakin hidup.
Namun, pada dasarnya, film ini akan monoton jika tidak ada anak-anak Gillian. Seharusnya, disisipkan komedi di sela-sela ketegangan yang terjadi dalam film.
The Spy Next Door, sebuah mahakarya yang membuat segala penjuru dunia ternganga dengan segala aksi dan tingkah yang terjadi dalam film. Efek musik dan back sound yang telah disetting juga sangat berpengaruh dalam menghidupkan film ini sedemikan rupa sehingga sebuah mahakarya ini membuat canda tawa lepas dan para Penonton akan dilanda ketegangan yang mengalahkan ketegangan jika naik roller coaster.
Jadi, berminatkah Anda untuk siap menerima segala sensasinya?
-d-
99 Cahaya di Langit Eropa
Judul Buku : 99 Cahaya di Langit Eropa : Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa
Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Genre : Nonfiksi
Halaman : 424 Halaman
Ukuran : 13,5 x 20 cm
Tanggal Terbit : 29 Juli 2011
ISBN-13 : 9789792272741

Eropa. Tempat yang mempunyai begitu panyak perbedaan yang jika disatupadukan akan membentuk sebuah peradaban yang membuat dunia terpana. Tempat di mana teknologi dan kebudayaan berjalan berdampingan. Tempat yang minim akan penduduk Muslim, yang sebenarnya semakin memperkaya dimensi spiritual untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.
Awal kisah dari buku ini jauh sebelum buku ini dibuat. Kisah yang menceritakan seorang Panglima perang yang menyebarkan agama Islam dengan pedang dan perisai, bukan dengan tutur kata dan sikap yang baik.
Buku ini menceritakan perjalanan Hanum selama hidup di Eropa yang mengikuti suaminya, Rangga, yang mendapat beasiswa untuk studi doktoral di Wina, Austria. Di tempat Les Bahasa Jerman, Hanum bertemu dengan seorang wanita Muslim berkebangsaan Turki bernama Fatma Pasha. Sejak itu, Fatma mulai memamerkan kota Wina pada Hanum, dimulai dari atas bukit gunung di Kahlenberg, yang dapat melihat seluruh aspek di kota Wina, termasuk Sungai Danube yang membagi kota Wina menjadi dua. Dan di tepi sungai Danube, ada sebuah Masjid bernama Vienna Islamic Centre.
Suatu hari, saat pembagian ijasah Bahasa Jerman, Fatma sebagai pemilik nilai tertinggi tidak hadir. Dan tidak memberikan kabar sama sekali. Hanum mencarinya ke mana-mana dan hasilnya nihil. Fatma Pasha hilang! Hingga akhirnya ia mendapat sebuah pesan.
Hanum maaf, sekarang aku di bandara Schwechat. Sebentar lagi terbang
ke Turki Ada hal mendesak yang harus kuselesaika.Semoga kita
bertemu lagi. Salam.
Ada rasa tidak puas pada diri Hanum karena pada akhirnya ia dan Fatma yang sudah bertekad akan melakukan perjalanan keliling Eropa untuk mengenal Islam tidak dapat melanjutkan misi mereka.
Tanpa Fatma, Hanum memulai perjalannya ke Paris, negara yang membuat manusia tidak akan dianggap ke Eropa jika tak menginjakkan kaki di bumi Paris, karena kebetulan Rangga akan konferensi di sana. Ia mendapatkan seorang guide bernama Marion yang ia dapati kartu namanya dari seorang Imam Hashim di Vienna Islamic Centre.
“Paris, la Ville-Lumiere. The City of Lights,” ujar Rangga.
Di Paris, tempat pertama yang dikunjungi Hanum adalah Museum Louvre, museum yang mengoleksi lukisan-lukisan karya maestro dunia dan juga menyimpan peninggalan dari imperium ke imperium.
Lalu satu hal yang menginspirasi dan membangunkan Hanum akan akan sebuah janji perjalanan dengan Fatma, yaitu saat hari ulang tahunnya di Bulan April. Ayahnya, Amien Rais, meneleponnya dan menyuruhnya pergi ke Cordoba dan Granada. Hanum jadi teringat akan percakapannya dengan Marion saat di Paris.
“Sesungguhnya yang disebut The City of Lights adalah Cordoba. Kota inilah renaissance Eropa yang sesungguhnya. Semua berasal dari Mezquita itu. Kota yang tak hanya terang karena pencahayaan secara fisik, tetapi juga karena ‘ini’ juga mengalami masa keemasan.” Kata Marion sambil menunjuk kepalanya.
Akhirnya pada bulan Juni, Hanum dan Rangga menapakkan kaki ke Cordoba. Tempat yang pertama kali dikunjungi, tentu saja Mezquita, yang dulunya adalah masjid terbesar di Cordoba yang sekarang harus menerima identitas baru sebagai gereja katedral terbesar di Cordoba.
Suatu hari, Hanum mengecek inbox email-nya. Matanya mendelik saat melihat sebuah nama yang tertera. Fatma Pasha.
Aku begitu bangga mendengar cerita-cerita perjalananmu, kau membuatku seolah-olah ada di tempat itu. Jika kau ada waktu, berkunjunglah ke Istanbul.
Hanum langsung menyuruh Rangga memburu tiket bulan depan ke Istanbul, Turki. Saat hari itu tiba, Fatma Pasha langung menyambutnya. Perjalanan mereka diawali dengan mengunjungi Hagia Sophia.
Kebalikan dari Mezquita, Hagia Sophia dulunya adalah sebuah gereja. Setelah Istanbul ditaklukkan oleh Ottoman, Hagia Sophia dialihfungsikan menjadi masjid. Namun kini telah menjadi museum atas kebijakan pemerintahan Turki.
Perjalanan Hanum diakhiri dengan kepergian Hanum ke Tanah Suci Mekkah. Dan tentu, Hanum semakin mencintai Agamanya, Islam, yang ternyata pernah mempunyai pengaruh besar dan menebarkan cahayanya di bumi Eropa. Segala ketakjuban Hanum dan Rangga akan sejarah Islam yang tersembunyi tergambarkan dengan sangat jelas dalam buku ini.
“Menjadi agen Islam yang baik di Eropa.”
Itulah kata-kata yang keluar dari mulut seorang Fatma Pasha. Yang Hanum sadari bahwa jika dikatakan jauh lebih mudah dibanding dengan menerapkannya. Hanum dapat menyimpulkan sebuah hal dari perjalannya di Eropa, bahwa perjalanan panjangnya sama sekali tidak mengantarkan Hanum ke ujung jalan, namun jutru membuat Hanum kembali ke permulaan. Islam. Allah SWT. Al-Quran. Muhammad SAW.
Buku ini sangat memikat pengetahuan pembaca karena pada dasarnya dalam buku ini Penulis menceritakan sejarah Islam, yang telah menyentuh berbagai bidang peradaban di Eropa sehingga Eropa dapat “bersinar”, dengan sangat piawai menggunakan kata-kata yang lugas, simpel, ringan, dan mengalir sehingga Pembaca langsung larut dalam cerita dan dapat merasakan setiap aspek yang dipaparkan Hanum.
Hanum Salsabiela Rais memasukkan gambar yang diambilnya untuk setiap objek yang ia ceritakan dalam buku sehingga visualisasi penulis diikutsertakan. Juga, dengan adanya gambar untuk setiap objek, Hanum melakukan penekanan latar tempat dan latar waktu sehingga semakin kental terasa oleh Pembaca.
Sayangnya, di Eropa, Hanum bertemu dengan banyak orang yang kemudian dijadikan sebagai tokoh dalam bukunya, sehingga kita tidak dapat menentukan watak tokoh yang diceritakan Hanum.
Walau demikian, buku ini pada akhirnya menguak misteri berabad-abad lalu yang terjadi di Eropa, khususnya tentang eksistensi peradaban Islam di Eropa yang membuat Eropa menjadi negara yang selalu bersinar sepanjang masa sampai sekarang. Dan karya dalam bentuk buku ini juga membuat kita mengenal Islam yang sebenarnya adalah pusat dan titik awal dari segala peradaban dan kebudayaan yang terang benderang di muka bumi Eropa.
Jadi, apakah Anda masih menyimpulkan bahwa Eropa hanya sebatas Menara Eiffel, Colesseum, dan Tembok Berlin?
-d-
Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Genre : Nonfiksi
Halaman : 424 Halaman
Ukuran : 13,5 x 20 cm
Tanggal Terbit : 29 Juli 2011
ISBN-13 : 9789792272741

Eropa. Tempat yang mempunyai begitu panyak perbedaan yang jika disatupadukan akan membentuk sebuah peradaban yang membuat dunia terpana. Tempat di mana teknologi dan kebudayaan berjalan berdampingan. Tempat yang minim akan penduduk Muslim, yang sebenarnya semakin memperkaya dimensi spiritual untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda.
Awal kisah dari buku ini jauh sebelum buku ini dibuat. Kisah yang menceritakan seorang Panglima perang yang menyebarkan agama Islam dengan pedang dan perisai, bukan dengan tutur kata dan sikap yang baik.
Buku ini menceritakan perjalanan Hanum selama hidup di Eropa yang mengikuti suaminya, Rangga, yang mendapat beasiswa untuk studi doktoral di Wina, Austria. Di tempat Les Bahasa Jerman, Hanum bertemu dengan seorang wanita Muslim berkebangsaan Turki bernama Fatma Pasha. Sejak itu, Fatma mulai memamerkan kota Wina pada Hanum, dimulai dari atas bukit gunung di Kahlenberg, yang dapat melihat seluruh aspek di kota Wina, termasuk Sungai Danube yang membagi kota Wina menjadi dua. Dan di tepi sungai Danube, ada sebuah Masjid bernama Vienna Islamic Centre.
Suatu hari, saat pembagian ijasah Bahasa Jerman, Fatma sebagai pemilik nilai tertinggi tidak hadir. Dan tidak memberikan kabar sama sekali. Hanum mencarinya ke mana-mana dan hasilnya nihil. Fatma Pasha hilang! Hingga akhirnya ia mendapat sebuah pesan.
Hanum maaf, sekarang aku di bandara Schwechat. Sebentar lagi terbang
ke Turki Ada hal mendesak yang harus kuselesaika.Semoga kita
bertemu lagi. Salam.
Ada rasa tidak puas pada diri Hanum karena pada akhirnya ia dan Fatma yang sudah bertekad akan melakukan perjalanan keliling Eropa untuk mengenal Islam tidak dapat melanjutkan misi mereka.
Tanpa Fatma, Hanum memulai perjalannya ke Paris, negara yang membuat manusia tidak akan dianggap ke Eropa jika tak menginjakkan kaki di bumi Paris, karena kebetulan Rangga akan konferensi di sana. Ia mendapatkan seorang guide bernama Marion yang ia dapati kartu namanya dari seorang Imam Hashim di Vienna Islamic Centre.
“Paris, la Ville-Lumiere. The City of Lights,” ujar Rangga.
Di Paris, tempat pertama yang dikunjungi Hanum adalah Museum Louvre, museum yang mengoleksi lukisan-lukisan karya maestro dunia dan juga menyimpan peninggalan dari imperium ke imperium.
Lalu satu hal yang menginspirasi dan membangunkan Hanum akan akan sebuah janji perjalanan dengan Fatma, yaitu saat hari ulang tahunnya di Bulan April. Ayahnya, Amien Rais, meneleponnya dan menyuruhnya pergi ke Cordoba dan Granada. Hanum jadi teringat akan percakapannya dengan Marion saat di Paris.
“Sesungguhnya yang disebut The City of Lights adalah Cordoba. Kota inilah renaissance Eropa yang sesungguhnya. Semua berasal dari Mezquita itu. Kota yang tak hanya terang karena pencahayaan secara fisik, tetapi juga karena ‘ini’ juga mengalami masa keemasan.” Kata Marion sambil menunjuk kepalanya.
Akhirnya pada bulan Juni, Hanum dan Rangga menapakkan kaki ke Cordoba. Tempat yang pertama kali dikunjungi, tentu saja Mezquita, yang dulunya adalah masjid terbesar di Cordoba yang sekarang harus menerima identitas baru sebagai gereja katedral terbesar di Cordoba.
Suatu hari, Hanum mengecek inbox email-nya. Matanya mendelik saat melihat sebuah nama yang tertera. Fatma Pasha.
Aku begitu bangga mendengar cerita-cerita perjalananmu, kau membuatku seolah-olah ada di tempat itu. Jika kau ada waktu, berkunjunglah ke Istanbul.
Hanum langsung menyuruh Rangga memburu tiket bulan depan ke Istanbul, Turki. Saat hari itu tiba, Fatma Pasha langung menyambutnya. Perjalanan mereka diawali dengan mengunjungi Hagia Sophia.
Kebalikan dari Mezquita, Hagia Sophia dulunya adalah sebuah gereja. Setelah Istanbul ditaklukkan oleh Ottoman, Hagia Sophia dialihfungsikan menjadi masjid. Namun kini telah menjadi museum atas kebijakan pemerintahan Turki.
Perjalanan Hanum diakhiri dengan kepergian Hanum ke Tanah Suci Mekkah. Dan tentu, Hanum semakin mencintai Agamanya, Islam, yang ternyata pernah mempunyai pengaruh besar dan menebarkan cahayanya di bumi Eropa. Segala ketakjuban Hanum dan Rangga akan sejarah Islam yang tersembunyi tergambarkan dengan sangat jelas dalam buku ini.
“Menjadi agen Islam yang baik di Eropa.”
Itulah kata-kata yang keluar dari mulut seorang Fatma Pasha. Yang Hanum sadari bahwa jika dikatakan jauh lebih mudah dibanding dengan menerapkannya. Hanum dapat menyimpulkan sebuah hal dari perjalannya di Eropa, bahwa perjalanan panjangnya sama sekali tidak mengantarkan Hanum ke ujung jalan, namun jutru membuat Hanum kembali ke permulaan. Islam. Allah SWT. Al-Quran. Muhammad SAW.
Buku ini sangat memikat pengetahuan pembaca karena pada dasarnya dalam buku ini Penulis menceritakan sejarah Islam, yang telah menyentuh berbagai bidang peradaban di Eropa sehingga Eropa dapat “bersinar”, dengan sangat piawai menggunakan kata-kata yang lugas, simpel, ringan, dan mengalir sehingga Pembaca langsung larut dalam cerita dan dapat merasakan setiap aspek yang dipaparkan Hanum.
Hanum Salsabiela Rais memasukkan gambar yang diambilnya untuk setiap objek yang ia ceritakan dalam buku sehingga visualisasi penulis diikutsertakan. Juga, dengan adanya gambar untuk setiap objek, Hanum melakukan penekanan latar tempat dan latar waktu sehingga semakin kental terasa oleh Pembaca.
Sayangnya, di Eropa, Hanum bertemu dengan banyak orang yang kemudian dijadikan sebagai tokoh dalam bukunya, sehingga kita tidak dapat menentukan watak tokoh yang diceritakan Hanum.
Walau demikian, buku ini pada akhirnya menguak misteri berabad-abad lalu yang terjadi di Eropa, khususnya tentang eksistensi peradaban Islam di Eropa yang membuat Eropa menjadi negara yang selalu bersinar sepanjang masa sampai sekarang. Dan karya dalam bentuk buku ini juga membuat kita mengenal Islam yang sebenarnya adalah pusat dan titik awal dari segala peradaban dan kebudayaan yang terang benderang di muka bumi Eropa.
Jadi, apakah Anda masih menyimpulkan bahwa Eropa hanya sebatas Menara Eiffel, Colesseum, dan Tembok Berlin?
-d-
Label:
Islamku INDAH (:
Selasa, 27 Maret 2012
A Good Talk with my Famz :D
Di BBM, keluarga Arfat tidak ingin kehilangan eksistensinya. Maka dibuatlah sebuah grup di BBM oleh Bachriah Fatwa Dhini.
Dan suatu malam, saya mengkopi paste sebuah broadcast di BBM ke grup keluarga saya.
19:27
Dina P Setyowati
Ambon dr tangerang, bogor,bandung &jakarta tepat nya "maluku bersatu" sedang menuju bekasi semua menyerang FBR & Warga bekasi
Untuk warga bekasi diharapkan waspada,dikhawatirkan perang akan menyebar. ke sekitar bekasi lainnya..
Diharapkan juga stiap rumah2 lampu depan'nya dimatikan dan kalo tdk penting2 gak perlu kluar2 rumah dulu untuk menjaga hal2 yg tdk diinginkan.mohon bantu broadcast siapa tau ada sodara2 yg tnggl di wilayah bekasi yg blm tau..gak ada salahnya untuk berhati2 demi keselamatan bersama(y)
Bagi yang lewat kranji, jalan baru.. Ditutup lg ada pembantaian FBR, yg berkendara mobil hati2 mobil pada dibakar org nya di bacok2.. Jangan ngebut2 bisa jd korban juga..
Jalan baru sudah ditutup.. Dan lokasi pembantaiannya dari kali baru sampai kolong flyover kranji..
Hindari jalan tersebut. Tlg share ke teman2 yang lain ya
Bantu broadcast agar sampai ke POLISI ataupun PEMIMPIN negara dan Mohon bantu doa smoga tdk menambah korban.
20:14
Ellan Andriyato
Ini beneran? Hoax bukan?
Knp bs terjadi? Jahiliyah banget
20:34
Dina P Setyowati
Gatau kak.tp kata bibi emang ada issue kayak gitu ditambah ada yang broadcast td.
20:34
Ellan Andriyanto
Smoga hoax
Naudzubillahimindzalik
Ga brani nerusin lihatnya
Yg Mesuji ternyata jg bkn di mesuji
20:34
Bachriah Fatwa Dhini
Udah damai kok.Liat ajah di berita
20:34
Ellan Andriyanto
Itu di thailand
Tp udh kadung lihat
Sampe gemeteran
Nyesel lihatnya
20:34
Bachriah fatwa dhini
Itu hoax beberapa hari yang lalu kok
Pengalihan isu
20:37
Dina P Setyowati
Iyaaa kak makanyaaa ngeri banget :(.Maksudnya mesuji?semacam kayak gini tp di thailand?
20:37
Rizqi_QQ_Cihuy
BBM
20:37
Ellan Andriyanto
Ya, yg katanya pembantaian warga yg menolak penutupan lahan
Ternyata ga ada kaya gitu di mesuji
20:37
Y O U M E E
Berarti hati2 donk ya kalau copas
Sering tuh yg kaya gitu
20:37
Ellan Andriyanto
Video yg beredar jg hoax
Katro
20:37
Y O U M E E
Bisa2 jd rusuh beneran
20:37
Rizqi_QQ_Cihuy
Buktikan dl br copas
20:37
Ellan Andriyanto
Yang ngalihin isu jg jahiliyah, bikin kompor meledug
20:40
Dina P Setyowati
Alhamdulillah wasyukurillah kalo hoax.iyaaa emang banyak yg suka gitu bikin geger.udah mah aku sama mamay jauh dr keluarga :(
20.40
Ellan Andriyanto
Ga pp kalo ma klo ma kluarga
Bisa diingatkan kalo emag hoax
Cm be careful utk org luar
Bisa kacau
20:40
Rizqi_QQ_Cihuy
Ia jng mudah prcaya sblm trbukti keberadaanna
20:45
Dina P Setyowati
Sip atuh :) :D
20:45
Rizqi_QQ_Cihuy
Inget ga yg berita hoax,yg bs menggegerkan 1 keluarga bsr.
20:45
Daus Aje
Inget gw
20:47
Dina P Setyowati
=D tragedi "Bapak Kiki" :D
20:47
Rizqi_QQ_Cihuy
Tengah malam orng pd trbangun
Cm berita Hoax
Tp ad pahlawan wanita yg cr kbenaran berita itu
Yaitu nuryanah & Nurlela
20:47
Daus aje
Mari kita angkat gelas bnersama unt wanita itu,,,
Ayo semunya...
20:50
Dina P Setyowati
Appalause !!! cheersss *beer*
20:50
Daus Aje
o)
The tarik
20:50
Rizqi_QQ_Cihuy
*wine*
20:50
Y O U M E E
Ha ha ha
Mengingatkan keluarnya air mata
Stlah itu tertawa terpingkal pingkal
20:50
Rizqi_QQ_Cihuy
Tp msh takjub,2 orng nenek itu kluar skitar jam 3 krng,mrk brani bgd ya
20:50
Daus Aje
Mari sekali lagi kita tepuk tangan
20:55
Dina P Setyowati
*susu milo* menegangkan sekali :D kayak film2 action.
20:55
Bachriah fatwa dhini
Menangis bersama tertawa bersama
20:55
Y O U M E E
:D
20:55
Ellan Andriyanto
Iya, gw lagi hamil untung kaga langsung brojol
21:01
Dina P Setyowati
@all : ({}) ({}) ({})
21:01
Ellan Andriyanto
Btw just info
Masa tadi di bantuin Nabil ngangkatin jemuran
Dia bagian beresin gantungan
Pinter deh
Rapi lagi
Bener2 cucu nya mbah yus
Sayang td lupa di foto
21:01
Rizqi_QQ_Cihuy
Ha Ha Ha Ha Ha
Nabil dr kecil ud didik untuk bantu2 ma2na
jng sampe brt hoax itu trulang lg
Gw lg tdr dibangunin, suruh tlp ma awi
21:14
Dina P setyowati
Nabil lumutan.Lucu Imut dan Menggemaskan :D. Bantu masak boleh nurunin mbaknya :) iyaaa Insya Alloh :)
21:14
Y O U M E E
Iya dia kan di rmh disuruh ngepel sama si qiqi
21:14
Rizqi_QQ_Cihuy
Sy kira mas awi knp
Soalna sy liat bi nung n bi lel mukana tegang smwna
21:14
Ellan Andriyanto
Hahahahahaha
21:14
Daus Aje
Ini jdnya bahas yg mana sih???
Jangan2 ini juga hoax
SEKIAN.
Per-hoax-an gaakan berpengaruh apa-apa ke kami. Karena kami justru semakin melekat tak terlepas :D :D :D
-d-
Dan suatu malam, saya mengkopi paste sebuah broadcast di BBM ke grup keluarga saya.
19:27
Dina P Setyowati
Ambon dr tangerang, bogor,bandung &jakarta tepat nya "maluku bersatu" sedang menuju bekasi semua menyerang FBR & Warga bekasi
Untuk warga bekasi diharapkan waspada,dikhawatirkan perang akan menyebar. ke sekitar bekasi lainnya..
Diharapkan juga stiap rumah2 lampu depan'nya dimatikan dan kalo tdk penting2 gak perlu kluar2 rumah dulu untuk menjaga hal2 yg tdk diinginkan.mohon bantu broadcast siapa tau ada sodara2 yg tnggl di wilayah bekasi yg blm tau..gak ada salahnya untuk berhati2 demi keselamatan bersama(y)
Bagi yang lewat kranji, jalan baru.. Ditutup lg ada pembantaian FBR, yg berkendara mobil hati2 mobil pada dibakar org nya di bacok2.. Jangan ngebut2 bisa jd korban juga..
Jalan baru sudah ditutup.. Dan lokasi pembantaiannya dari kali baru sampai kolong flyover kranji..
Hindari jalan tersebut. Tlg share ke teman2 yang lain ya
Bantu broadcast agar sampai ke POLISI ataupun PEMIMPIN negara dan Mohon bantu doa smoga tdk menambah korban.
20:14
Ellan Andriyato
Ini beneran? Hoax bukan?
Knp bs terjadi? Jahiliyah banget
20:34
Dina P Setyowati
Gatau kak.tp kata bibi emang ada issue kayak gitu ditambah ada yang broadcast td.
20:34
Ellan Andriyanto
Smoga hoax
Naudzubillahimindzalik
Ga brani nerusin lihatnya
Yg Mesuji ternyata jg bkn di mesuji
20:34
Bachriah Fatwa Dhini
Udah damai kok.Liat ajah di berita
20:34
Ellan Andriyanto
Itu di thailand
Tp udh kadung lihat
Sampe gemeteran
Nyesel lihatnya
20:34
Bachriah fatwa dhini
Itu hoax beberapa hari yang lalu kok
Pengalihan isu
20:37
Dina P Setyowati
Iyaaa kak makanyaaa ngeri banget :(.Maksudnya mesuji?semacam kayak gini tp di thailand?
20:37
Rizqi_QQ_Cihuy
BBM
20:37
Ellan Andriyanto
Ya, yg katanya pembantaian warga yg menolak penutupan lahan
Ternyata ga ada kaya gitu di mesuji
20:37
Y O U M E E
Berarti hati2 donk ya kalau copas
Sering tuh yg kaya gitu
20:37
Ellan Andriyanto
Video yg beredar jg hoax
Katro
20:37
Y O U M E E
Bisa2 jd rusuh beneran
20:37
Rizqi_QQ_Cihuy
Buktikan dl br copas
20:37
Ellan Andriyanto
Yang ngalihin isu jg jahiliyah, bikin kompor meledug
20:40
Dina P Setyowati
Alhamdulillah wasyukurillah kalo hoax.iyaaa emang banyak yg suka gitu bikin geger.udah mah aku sama mamay jauh dr keluarga :(
20.40
Ellan Andriyanto
Ga pp kalo ma klo ma kluarga
Bisa diingatkan kalo emag hoax
Cm be careful utk org luar
Bisa kacau
20:40
Rizqi_QQ_Cihuy
Ia jng mudah prcaya sblm trbukti keberadaanna
20:45
Dina P Setyowati
Sip atuh :) :D
20:45
Rizqi_QQ_Cihuy
Inget ga yg berita hoax,yg bs menggegerkan 1 keluarga bsr.
20:45
Daus Aje
Inget gw
20:47
Dina P Setyowati
=D tragedi "Bapak Kiki" :D
20:47
Rizqi_QQ_Cihuy
Tengah malam orng pd trbangun
Cm berita Hoax
Tp ad pahlawan wanita yg cr kbenaran berita itu
Yaitu nuryanah & Nurlela
20:47
Daus aje
Mari kita angkat gelas bnersama unt wanita itu,,,
Ayo semunya...
20:50
Dina P Setyowati
Appalause !!! cheersss *beer*
20:50
Daus Aje
o)
The tarik
20:50
Rizqi_QQ_Cihuy
*wine*
20:50
Y O U M E E
Ha ha ha
Mengingatkan keluarnya air mata
Stlah itu tertawa terpingkal pingkal
20:50
Rizqi_QQ_Cihuy
Tp msh takjub,2 orng nenek itu kluar skitar jam 3 krng,mrk brani bgd ya
20:50
Daus Aje
Mari sekali lagi kita tepuk tangan
20:55
Dina P Setyowati
*susu milo* menegangkan sekali :D kayak film2 action.
20:55
Bachriah fatwa dhini
Menangis bersama tertawa bersama
20:55
Y O U M E E
:D
20:55
Ellan Andriyanto
Iya, gw lagi hamil untung kaga langsung brojol
21:01
Dina P Setyowati
@all : ({}) ({}) ({})
21:01
Ellan Andriyanto
Btw just info
Masa tadi di bantuin Nabil ngangkatin jemuran
Dia bagian beresin gantungan
Pinter deh
Rapi lagi
Bener2 cucu nya mbah yus
Sayang td lupa di foto
21:01
Rizqi_QQ_Cihuy
Ha Ha Ha Ha Ha
Nabil dr kecil ud didik untuk bantu2 ma2na
jng sampe brt hoax itu trulang lg
Gw lg tdr dibangunin, suruh tlp ma awi
21:14
Dina P setyowati
Nabil lumutan.Lucu Imut dan Menggemaskan :D. Bantu masak boleh nurunin mbaknya :) iyaaa Insya Alloh :)
21:14
Y O U M E E
Iya dia kan di rmh disuruh ngepel sama si qiqi
21:14
Rizqi_QQ_Cihuy
Sy kira mas awi knp
Soalna sy liat bi nung n bi lel mukana tegang smwna
21:14
Ellan Andriyanto
Hahahahahaha
21:14
Daus Aje
Ini jdnya bahas yg mana sih???
Jangan2 ini juga hoax
SEKIAN.
Per-hoax-an gaakan berpengaruh apa-apa ke kami. Karena kami justru semakin melekat tak terlepas :D :D :D
-d-
Label:
The story begin . . .
Sebuah Tragedi, Sebuah Kenangan Manis :)
Suatu malam yang sunyi, ketika di mana semua orang terlarut dalam mimpi, ketika banyak jiwa tak bersatu dengan raga, seorang wanita, sebut saja namanya Linda, mendapat sebuah panggilan.
"Halo, Assalamu'alaykum." sapa wanita itu.
"Wa'alaykumsalam. Tante, ini Kiki. Tolong bilang Oom, Tante, Bapak meninggal."
Tante Linda langsung benar-benar-benar tersadar dan membangunkan suaminya, sebut saja Yadi.
"Bang, Abang, Mas Didi meninggal."
Sang suami terbangun dan langsung menelepon ke rumah Mas Didi. Dan ternyata, SIBUK!
Yadi langsung menelepon sanak kelurga yang lain. Pertama ia menelepon ke kediaman adiknya. Dan tak diangkat-angkat juga. Ia telepon lagi sampai akhirnya adiknya yang bungsu mengangkat.
"Halo?" sapa sang Adik, sebut saja Bunga.
"Elu tau gak? Tau gak lu?" tanya Yadi langsung.
"Tau apa?"
"Itu Mas Didi meninggal. Kok lu nggak tau? Malah asik-asik tidur."
"Hah? Yang bener lu?" Bunga terdengar kaget.
"Coba sekarang elu telepon rumahnya Mas Didi. Sibuk tahu. Pasti lagi ngabarin keluarga Mas Didi yang lain."
"Iya, iya. Nanti gue ke rumahnya deh."
"Iya, cepet."
Setelah itu, ia menelepon ke kediaman kakak laki-laki satu-satunya.
"Halo?" ternyata anak laki-lakinya yang mengangkat.
"Halo, Us, bilang Bapak, Mas Didi meninggal."
"Apa? Yang bener Oom?"
"Iya. Bilang Bapak ya."
Dan tak lupa Yadi juga menelepon kakak perempuannya yang di Bandung.
"Yum, itu Mas Didi meninggal."
"Hah? Serius? Innalillahi."
"Iya. Ini gue mau ke sana."
"Iya, iya, gue juga ke sana sekarang deh."
Selesai menelepon, tiba-tiba ada yang mengetuk rumah Yadi.
"Assalamu'alaykum Pak Yadi. Ini, Pak Bambang meninggal."
Semakin pusinglah Yadi karena keluarga dan tetangganya ada yang meninggal.
"Ooo gitu, Pak. Iya nanti saya ke sana, sebentar. Keluarga saya juga ada yang meninggal soalnya."
"Iya, Pak. Ditunggu."
Yadi langsung menghampiri Linda, istrinya.
"Lin, kamu bangunin anak-anak, siap-siap ke Jakarta. Terus saya ke Pak Bambang sebentar ngurus pemakaman. Habis itu kita langsung ke Jakarta."
"Iya, Bang."
***
"Mas Didi meninggal. Ini gue sama Nur mau ke sana, Ri. Lo coba teleponin Rodif. Dia diteleponin nggak bisa-bisa." jelas Bunga pada Kakaknya.
"Hah? Innalillahi. Iya nanti gue telepon si Rodif."
"Gue teleponin rumah Mas Didi nggak bisa-bisa. Mungkin lagi ngabarin yang lain."
Akhirnya, Ari menelepon Rodif.
"Halo?"
"Dif, ini Bibi Ari."
"Kenapa, Bi?"
"Kamu di mana?"
"Ini masih di Tangerang. Ada kerjaan."
Ari langsung menangis sejadi-jadinya.
"Bapak luuu, Diiiffff. Huaaaaa."
"Bapak kenapa, Bi?" tanya Rodif dengan nada datar.
"Bapak luuu, Diiifff."
Tangisan Ari semakin menjadi.
"Bapak kenapa, Bi?" tanya Rodief lagi dengan nada yang tidak sabar.
"Bapak lu Meninggal."
Dan Rodif langsung menangis sejadi-jadinya.
***
Di malam, di selimutkan dinginnya Bandung.
"Bi Yum, ini bagaimana? Oom Didi meninggal." telepon Sani sambil menangis.
"Iya, San, Bibi juga nggak nyangka."
"Bibi mau ke Jakarta?"
"Iya. Sama Putri. Rencananya secepatnya setelah dapet kabar dari Bunga dan Nur."
"Sani ikut Bibi, ya? Sani lagi di Bandung juga soalnya."
"Iya. Nanti dikabari lagi ya."
***
"Pak, tadi Oom Yadi telepon, katanya Pakde Didi meninggal." kata Daus pada Bapaknya.
Bapaknya langsung lemas dan terduduk di sofa. Mulai menangis.
"Kenapa harus Tinaaa adik Bapaak? Kasian amat sih lu, Tiiin." seru Bapak Daus histeris.
"Yasudah, Pak, kita ke Jakarta saja langsung sekarang."
Perlu diketahui kalau Didi adalah suami dari Tina, yang merupakan adik dari Bapak Daus dan Kakak dari Bunga, Nur, Yum, Ari, dan Yadi tentunya.
***
Sampai di rumah Didi, Bunga dan Nur heran karena keadaan rumah begitu gelap dan sunyi. Seperti tidak terjadi apa-apa.
"Tiiiin. Tinaaaaa." panggil Nur sambil menggoyang-goyangkan gembok yan tergantung.
Sampai akhirnya, Tina keluar dan kebingungan mendapati dua adiknya berada di depan rumahnya jam dua dini hari.
"Lu berdua ngapain ke sini?" tanya Tina dengan datar. "Ada apa?"
"Mas Didi mana? Mas Didi nggak kenapa-kenapa? Gue dapet telepon dari Yadi katanya Mas Didi meninggal."
"Hah? Kata siapa? Enggak. Itu Mas Didi lagi tidur."
Bunga dan Nur langsung terduduk lemas.
"Siapa, Ma?" tanya seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Didi.
"Itu kata si Yadi Mas Didi meninggal." jelas Bunga.
"Enggak, kok. Ini sehat walafiat begini."
"Habis tadi katanya si Kiki telepon Yadi katanya Mas Didi meninggal." kata Nur.
"Itu si Kiki aja lagi tidur."
Semakin lemas lah Bunga dan Nur.
"Terus kenapa rumah ini di teleponin nggak bisa-bisa?" tanya Bunga.
"Lu berdua tahu sendiri kan telepon di rumah gua kalo tiap malem memang dicabut kabelnya?"
***
Aneh, bukan? Lalu sebenarnya, "Bapak Kiki" yang dimaksud itu siapa?
Selidik punya selidik, masih ingat kan cerita kalau ada tetangga Yadi yang meninggal?
Pak Bambang?
Dan ternyata, Pak Bambang ini mempunyai seorang putri yang bernama KIKI.
***
Ini adalah kisah nyata yang terjadi di keluarga ku tercinta, keluarga ArFat. Dengan nama yang disamarkan tentu saja. Kejadian yang menambah kemanisan dalam keluarga kami.
I LOVE YOU ALL, FAMZ :D
-d-
"Halo, Assalamu'alaykum." sapa wanita itu.
"Wa'alaykumsalam. Tante, ini Kiki. Tolong bilang Oom, Tante, Bapak meninggal."
Tante Linda langsung benar-benar-benar tersadar dan membangunkan suaminya, sebut saja Yadi.
"Bang, Abang, Mas Didi meninggal."
Sang suami terbangun dan langsung menelepon ke rumah Mas Didi. Dan ternyata, SIBUK!
Yadi langsung menelepon sanak kelurga yang lain. Pertama ia menelepon ke kediaman adiknya. Dan tak diangkat-angkat juga. Ia telepon lagi sampai akhirnya adiknya yang bungsu mengangkat.
"Halo?" sapa sang Adik, sebut saja Bunga.
"Elu tau gak? Tau gak lu?" tanya Yadi langsung.
"Tau apa?"
"Itu Mas Didi meninggal. Kok lu nggak tau? Malah asik-asik tidur."
"Hah? Yang bener lu?" Bunga terdengar kaget.
"Coba sekarang elu telepon rumahnya Mas Didi. Sibuk tahu. Pasti lagi ngabarin keluarga Mas Didi yang lain."
"Iya, iya. Nanti gue ke rumahnya deh."
"Iya, cepet."
Setelah itu, ia menelepon ke kediaman kakak laki-laki satu-satunya.
"Halo?" ternyata anak laki-lakinya yang mengangkat.
"Halo, Us, bilang Bapak, Mas Didi meninggal."
"Apa? Yang bener Oom?"
"Iya. Bilang Bapak ya."
Dan tak lupa Yadi juga menelepon kakak perempuannya yang di Bandung.
"Yum, itu Mas Didi meninggal."
"Hah? Serius? Innalillahi."
"Iya. Ini gue mau ke sana."
"Iya, iya, gue juga ke sana sekarang deh."
Selesai menelepon, tiba-tiba ada yang mengetuk rumah Yadi.
"Assalamu'alaykum Pak Yadi. Ini, Pak Bambang meninggal."
Semakin pusinglah Yadi karena keluarga dan tetangganya ada yang meninggal.
"Ooo gitu, Pak. Iya nanti saya ke sana, sebentar. Keluarga saya juga ada yang meninggal soalnya."
"Iya, Pak. Ditunggu."
Yadi langsung menghampiri Linda, istrinya.
"Lin, kamu bangunin anak-anak, siap-siap ke Jakarta. Terus saya ke Pak Bambang sebentar ngurus pemakaman. Habis itu kita langsung ke Jakarta."
"Iya, Bang."
***
"Mas Didi meninggal. Ini gue sama Nur mau ke sana, Ri. Lo coba teleponin Rodif. Dia diteleponin nggak bisa-bisa." jelas Bunga pada Kakaknya.
"Hah? Innalillahi. Iya nanti gue telepon si Rodif."
"Gue teleponin rumah Mas Didi nggak bisa-bisa. Mungkin lagi ngabarin yang lain."
Akhirnya, Ari menelepon Rodif.
"Halo?"
"Dif, ini Bibi Ari."
"Kenapa, Bi?"
"Kamu di mana?"
"Ini masih di Tangerang. Ada kerjaan."
Ari langsung menangis sejadi-jadinya.
"Bapak luuu, Diiiffff. Huaaaaa."
"Bapak kenapa, Bi?" tanya Rodif dengan nada datar.
"Bapak luuu, Diiifff."
Tangisan Ari semakin menjadi.
"Bapak kenapa, Bi?" tanya Rodief lagi dengan nada yang tidak sabar.
"Bapak lu Meninggal."
Dan Rodif langsung menangis sejadi-jadinya.
***
Di malam, di selimutkan dinginnya Bandung.
"Bi Yum, ini bagaimana? Oom Didi meninggal." telepon Sani sambil menangis.
"Iya, San, Bibi juga nggak nyangka."
"Bibi mau ke Jakarta?"
"Iya. Sama Putri. Rencananya secepatnya setelah dapet kabar dari Bunga dan Nur."
"Sani ikut Bibi, ya? Sani lagi di Bandung juga soalnya."
"Iya. Nanti dikabari lagi ya."
***
"Pak, tadi Oom Yadi telepon, katanya Pakde Didi meninggal." kata Daus pada Bapaknya.
Bapaknya langsung lemas dan terduduk di sofa. Mulai menangis.
"Kenapa harus Tinaaa adik Bapaak? Kasian amat sih lu, Tiiin." seru Bapak Daus histeris.
"Yasudah, Pak, kita ke Jakarta saja langsung sekarang."
Perlu diketahui kalau Didi adalah suami dari Tina, yang merupakan adik dari Bapak Daus dan Kakak dari Bunga, Nur, Yum, Ari, dan Yadi tentunya.
***
Sampai di rumah Didi, Bunga dan Nur heran karena keadaan rumah begitu gelap dan sunyi. Seperti tidak terjadi apa-apa.
"Tiiiin. Tinaaaaa." panggil Nur sambil menggoyang-goyangkan gembok yan tergantung.
Sampai akhirnya, Tina keluar dan kebingungan mendapati dua adiknya berada di depan rumahnya jam dua dini hari.
"Lu berdua ngapain ke sini?" tanya Tina dengan datar. "Ada apa?"
"Mas Didi mana? Mas Didi nggak kenapa-kenapa? Gue dapet telepon dari Yadi katanya Mas Didi meninggal."
"Hah? Kata siapa? Enggak. Itu Mas Didi lagi tidur."
Bunga dan Nur langsung terduduk lemas.
"Siapa, Ma?" tanya seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Didi.
"Itu kata si Yadi Mas Didi meninggal." jelas Bunga.
"Enggak, kok. Ini sehat walafiat begini."
"Habis tadi katanya si Kiki telepon Yadi katanya Mas Didi meninggal." kata Nur.
"Itu si Kiki aja lagi tidur."
Semakin lemas lah Bunga dan Nur.
"Terus kenapa rumah ini di teleponin nggak bisa-bisa?" tanya Bunga.
"Lu berdua tahu sendiri kan telepon di rumah gua kalo tiap malem memang dicabut kabelnya?"
***
Aneh, bukan? Lalu sebenarnya, "Bapak Kiki" yang dimaksud itu siapa?
Selidik punya selidik, masih ingat kan cerita kalau ada tetangga Yadi yang meninggal?
Pak Bambang?
Dan ternyata, Pak Bambang ini mempunyai seorang putri yang bernama KIKI.
***
Ini adalah kisah nyata yang terjadi di keluarga ku tercinta, keluarga ArFat. Dengan nama yang disamarkan tentu saja. Kejadian yang menambah kemanisan dalam keluarga kami.
I LOVE YOU ALL, FAMZ :D
-d-
Label:
The story begin . . .
Langganan:
Postingan (Atom)