Kisah lucu, bikin gemas, inspiratif, dan tentu saja bikin iri antara Beno dan Alexandra di dalam novel Divortiare karya Ika Natassa.
Singkat cerita, Beno adalah seorang Dokter dan Alexandra adalah seorang Banker.
Kehidupan Dokter yang tak pernah lepas dari pasien dan seorang Banker yang sudah harus stand by di kantor pagi-pagi sekali membuat mereka lama kelamaan kurang mempunyai waktu untuk berdua.
Entah itu hanya untuk sekadar makan malam.
Tapi Beno terlalu pintar untuk menunjukkan rasa sayang dan cintanya pada Alexandra.
Gestur pria tersebut tak pernah membuat Alexandra ragu akan dirinya, akan cintanya.
Pernah ada suatu kejadian lucu ketika Beno baru saja pulang dari rumah sakit.
Alex melihat jam dan ternyata sudah pukul satu malam.
"Beno! Kalau kamu pulang jam segini lagi, aku nggak mau tidur di sini!" seru Alexandra dengan ketus tetapi manja.
Dengan santainya Beno duduk di ranjang sambil membuka dasinya.
"Terus, mau tidur di mana?" tanya Beno tanpa dosa.
"Di mana saja, di hotel paling mahal pakai credit card kamu!"
"Oooh, ya sudah. Nanti kabarin aku, aku nyusul." Beno bicara dengan nada lempeng, selempeng jalan tol di malam hari.
Alex langsung memasang tampang kusut. "Kok jawabnya gitu sih? Aku kan ceritanya lagi marah, Ben!"
Beno menghentikan kegiatannya melepas dasi, memandang Alex dengan tatapan yang selalu membuat Alex tak berkutik, dan menyelipkan poni Alex yang terjuntai di dahinya seperti biasa ia lakukan saat Alex membaca buku sebelum tidur.
"Lex, kamu kenapa marah terus sih? Nanti cepat tua lho."
Kali ini suaranya sama sekali tidak lempeng, bahkan selembut kapas. Membuat Alex diam.
"Ya sudah, aku mandi dulu"
Alex pasrah dan hanya bisa . . . "Benooo,,"
Tapi setelah dua tahun, Alex merasa tidak tahan hidup dengan seseorang yang bahkan lebih cinta rumah sakit dibanding rumahnya sendiri.
Puncaknya ketika malam Annivesary mereka.
Alex sudah merelakan ambil cuti untuk memasak makan malam nanti.
Satu-satunya hal yang baru pertama kali ia lakukan.
Tapi nyatanya malam itu Alex berujung tertidur di meja makan menunggu Beno sampai jam dua malam.
Alex hanya bisa tersenyum miris ketika membuka pintu untuk Beno.
"Lex, Lex, Lex, aku bisa jelasin. Sayang, dengarin aku dulu, dong."
"Dengarin apalagi sih, Ben? Sudah dua tahun, Ben. Dua tahun aku rela kamu pulang malem karena aku tahu itu memang pekerjaan dan impian kamu. Tapi kamu pikir aku tetap bisa sabar kalau di malam anniversary kita, kamu lebih memilih pulang telat malam tanpa ngasih kabar? Kamu kira aku nggak capek? Nggak capek nungguin kamu?"
"Lex, aku telat bukan karena aku lupa. Bukan karena aku nggak tahu kamu sudah susah payah masak. Tapi karena aku ada urusan yang lebih penting yang memang harus aku kerjakan, Lex."
Alex tersenyum sinis. "Oh jadi gitu? Semua itu buat kamu lebih penting selain aku? Lebih penting selain pernikahan kita? Diam saja deh, Ben!"
"Nggak, nggak, nggak, aku nggak akan diam kali ini. Aku capek dengarin kamu complain terus tentang pekerjaan aku. Kamu ngertiin aku juga dong, malam ini aku ada pasien penting yang harus aku bedah. Masa aku tinggalin?"
Oke, suara Beno meninggi kali ini. Alex menatapnya dengan amarah, gusar.
"Ini bukan soal malam ini doang. Kamu ngerti nggak sih? Ini soal setiap malam semenjak kita nikah. Aku tuh hampir merasa nggak punya suami tahu nggak, karena kamu nggak pernah pulang lebih dari jam sepuluh malam. Dan kamu, hari libur juga tetep kerja, kan? Aku cuma minta satu malam doang, Ben. Satu malam saja!"
"Kenapa sih, semua harus tentang kamu?!"
"Yaiyalah, Ben! Aku ini istri kamu! Kalau kamu pulang malam, yang kesepian itu aku. Kalau kamu nggak pulang, yang nungguin kamu sampai subuh itu aku. Kalau kamu pergi nggak ngasih kabar, yang khawatir itu aku. Jadi nggak usah tanya kenapa semua ini harus tentang aku!"
Beno menarik tangan Alexandra untuk mendekat padanya.
"Lex, aku minta maaf. Tapi aku nggak bisa apa-apa. Aku akan selalu punya pasien, dan kamu sudah tau itu dari sebelum kita nikah. Sekarang, kamu mau aku ninggalin pasien ku, dan mereka meninggal, cuma gara-gara aku di rumah untuk jadi suami kamu? Ngertiin aku juga dong, Lex, jangan egois."
Alex pergi ke kamar, keluar dengan bantal dan selimut yang dikasihnya dengan kasar ke Beno.
"Aku mau cerai!"
Secercah keterkejutan hinggap di wajah Beno.
"Kamu bercanda?"
"Aku mau cerai, Ben!"
Ya, akhirnya mereka memang bercerai. Setelah sekian lama mereka bertahan, menenggelamkan keegoisan dan segala perasaan juga emosi.
Alex sedih? Jangan ditanya sedihnya kayak apa. Melarikannya pada kesibukan di kantor.
Beno? Dia selalu tahu bagaimana menyembunyikan apa yang dirasa.
And after all this time, lagu Alter Bridge dengan judul In Loving Memory sangat bisa mewakili keadaan mereka :D
Alter Bridge - In Loving Memory
Thanks for all you’ve done
I’ve missed you for so long
I cant believe you’re gone and
You still live in me
I feel you in the wind
You guide me constantly
I never knew what it was to be alone
No, cause you we’re always there for me
You we’re always home waiting
But now I come home and I miss your face so
Smiling down on me
I close my eyes to see
And I know you’re a part of me
And it’s your song that sets me free
I sing it while I feel I cant hold on
I sing tonight cause it comforts me
I carry the things that remind me of you
In loving memory of
the one that was so true
You were as kind as you could be
And even thought your gone
You still mean the world to me
I never knew what it was to be alone
No, cause you we’re always there for me
You we’re always home waiting
But now I come home and it’s not the same
No, it feels empty and along
I just can’t believe your gone
And I know you’re a part of me
And its your song that sets me free
I sing it while I feel I cant hold on
I sing tonight cause it comforts me
I’m glad he set you free from sorrow
but I’ll still love you more tomorrow
And you’ll be here with me still
All you did you did with feeling
And you always found a meaning
And you always will
And you always will
And you always will
And I know you’re a part of me
And it’s your song that sets me free
I sing it while I feel I can’t hold on
I sing tonight cause it comforts me
Itulah, dua insan yang kelanjutan kisahnya ada di Twivortiare karya Ika Natassa juga :D
Kalau aku, aku pribadi memilih bertahan jika berada dalam posisi Alexandra :D
Tapi, pergerakan dan pengambilan keputusan yang jitu dalam berkeluarga memang perlu.
Karena kita punya teman hidup yang menjadi tanggung jawab kita juga.
Tidak ada lagi kamu.
Tidak ada lagi aku.
Yang ada adalah kita.
Yang ada adalah bersama.
Pedihmu, pedihku. Pedihku, pedihmu.
Bahagiamu, bahagiaku. Bahagiaku, bahagiamu.
Tangismu, tangisku. Tangisku, tangismu.
Senyummu, senyumku. Senyumku, senyummu.
Sakitmu, sakitku. Sakitku, sakitmu.
Detak jantungmu, detak jantungku. Detak jantungku, detak jantungmu.
Waktumu, waktuku. Waktuku, waktumu.
Senangmu, senangku. Senangku, senangmu.
Sedihmu, sedihku. Sedihku, sedihmu.
Auramu, auraku. Auraku, auramu.
Hidupmu, hidupku. Hidupku, hidupmu.
Ya, saya memang bukan tipe orang yang tidak memandang remeh sebuah konsep dalam berkeluarga.
Tipe orang pemikir "Nanti bagaimana?" dan bukan "Bagaimana nanti?" hehe.
Saya hanya bisa menyertakan doa di setiap langkah saya dalam segala aspek fana ini :D
Hanya mengharap ridho-Nya semata.
Hingga bisa mengecap manisnya surga.
Aamiin Ya Robbal Alamin :)
-d-
Bismillahirrohmanirrohiim
Bismillahirrohmaanirrohiim
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Senin, 11 Maret 2013
Jumat, 08 Maret 2013
The Twilight Saga Dialog :)
Aku suka film Twilight Saga.
Tidak hanya dari segi cerita yang memang romantis.
Memang semua bagian dalam film itu sangat tidak mungkin dan sangat tidak masuk akal.
But, who cares? Hehe.
Sama saja dengan film seri Harry Potter.
Terlalu banyak ketidakmungkinan yang ada.
Tetapi tetap sangat menghibur, bukan?
Beberapa dialognya pun sangat menunjang untuk dikatakan romantis dan tidak kacangan.Hehe.
This is in my 'sotoy' opinion loh yaaaa :D
"Hello, I'm sorry I didn't get a chance to introduce myself last week. I'm Edward Cullen. You're Bella?"
"Yes."
"Ladies First."
"You were gone."
"Yeah. I was out of town for a couple of days. Personal reasons."
"Prophase."
"Do you mind if I look?" . . . "It's Prophase."
"Like I said."
"So, are you enjoying the rain?"
"You're asking me about the weather?"
"Yeah, I guess i am."
"Well, I don't really like the rain. Any cold, wet things, I don't really."
This is the dialogue when the first time Bella talks to Edward ^^
"I can read every mind in this room. Apart from yours. There's money, sex, money, sex, cat. And then you, nothing. It's very frustrating."
"Is there something wrong with me?"
"See, I tell you I can read minds, and you think there's something wrong with you?"
"What is it?"
"I don't have the strength to far away from you anymore."
"Then don't."
This is the dialogue when Bella had dinner with Edward :D
"Everything about me, invites you in. My face, my voice, even my smell. But it's you. Your scent, it's like a drug to me. You're like my own personal brand of heroin."
This is the dialogue whey they were at the park. And I think this is sweet :)
About three things I was absolutely positives.
First, Edward was a vampire.
Second, there was a part of him, but I didn't know how dominant that part might be, that thirst for my blood.
Third, I was unconditionally, and irrevocably, in love with him.
"If it's about my soul, just take it. I don't want it without you."
Bella said when Edward wanted to leave her in New Moon.
"I would've got down on one knee, and I would presented you with a ring. Isabella Marie Swan, I promise to love you every moment forever. And would you do me the extraordinary honor of marrying me?"
This is when Edward asked Bella to marry him in Eclipse. How sweet!!! :D
"You imprinted on my daughter?"
"It was not my choice."
"She's a baby."
"It's not like that. You think Edward would let me live if it was?"
"I've held her once. One time, Jacob! And already you think that you have some moronic Wolfy claim o her? She's mine!"
"You're gonna stay away from her."
"You know I can't do that. Do you remember how much you wanted to be around me three days ago? That's gone now, right?"
"Long gone."
"Because it was her. From the beginning it was Nessi who wanted me there."
"Nessie? You nicknamed my daughter after the Loch Ness monster?"
This is when Bella knew Jacob imprinted on Renesmee. How cool! :D
"I'll never let anybody hurt you."
Bella really wanted to protect her daughter. So do I if I was :D
Well, that's all I can share. As soon as possible I will improve this post if I found any other sweet moment :D
-d-
Tidak hanya dari segi cerita yang memang romantis.
Memang semua bagian dalam film itu sangat tidak mungkin dan sangat tidak masuk akal.
But, who cares? Hehe.
Sama saja dengan film seri Harry Potter.
Terlalu banyak ketidakmungkinan yang ada.
Tetapi tetap sangat menghibur, bukan?
Beberapa dialognya pun sangat menunjang untuk dikatakan romantis dan tidak kacangan.Hehe.
This is in my 'sotoy' opinion loh yaaaa :D
"Hello, I'm sorry I didn't get a chance to introduce myself last week. I'm Edward Cullen. You're Bella?"
"Yes."
"Ladies First."
"You were gone."
"Yeah. I was out of town for a couple of days. Personal reasons."
"Prophase."
"Do you mind if I look?" . . . "It's Prophase."
"Like I said."
"So, are you enjoying the rain?"
"You're asking me about the weather?"
"Yeah, I guess i am."
"Well, I don't really like the rain. Any cold, wet things, I don't really."
This is the dialogue when the first time Bella talks to Edward ^^
"I can read every mind in this room. Apart from yours. There's money, sex, money, sex, cat. And then you, nothing. It's very frustrating."
"Is there something wrong with me?"
"See, I tell you I can read minds, and you think there's something wrong with you?"
"What is it?"
"I don't have the strength to far away from you anymore."
"Then don't."
This is the dialogue when Bella had dinner with Edward :D
"Everything about me, invites you in. My face, my voice, even my smell. But it's you. Your scent, it's like a drug to me. You're like my own personal brand of heroin."
This is the dialogue whey they were at the park. And I think this is sweet :)
About three things I was absolutely positives.
First, Edward was a vampire.
Second, there was a part of him, but I didn't know how dominant that part might be, that thirst for my blood.
Third, I was unconditionally, and irrevocably, in love with him.
"If it's about my soul, just take it. I don't want it without you."
Bella said when Edward wanted to leave her in New Moon.
"I would've got down on one knee, and I would presented you with a ring. Isabella Marie Swan, I promise to love you every moment forever. And would you do me the extraordinary honor of marrying me?"
This is when Edward asked Bella to marry him in Eclipse. How sweet!!! :D
"You imprinted on my daughter?"
"It was not my choice."
"She's a baby."
"It's not like that. You think Edward would let me live if it was?"
"I've held her once. One time, Jacob! And already you think that you have some moronic Wolfy claim o her? She's mine!"
"You're gonna stay away from her."
"You know I can't do that. Do you remember how much you wanted to be around me three days ago? That's gone now, right?"
"Long gone."
"Because it was her. From the beginning it was Nessi who wanted me there."
"Nessie? You nicknamed my daughter after the Loch Ness monster?"
This is when Bella knew Jacob imprinted on Renesmee. How cool! :D
"I'll never let anybody hurt you."
Bella really wanted to protect her daughter. So do I if I was :D
Well, that's all I can share. As soon as possible I will improve this post if I found any other sweet moment :D
-d-
Sabtu, 23 Februari 2013
Come back more and more :)
Sudah lama tidak bersua di ranah ini.
Asyik dengan segala rutinitas yang menggeluti hari.
Kaki pun terasa ringan melangkah.
Bersahabat dengan kelam.
Berjabat tangan dengan takdir.
Dan bertahan ketika menyesap segala kepahitan.
Rasanya hanya itu saja penguat hati dikala memaksa untuk bertahan.
Selain berdoa dan berserah diri kepada Raja dari semua Raja, Allah SWT.
Serta melakukan yang terbaik.
Rasanya hidup ini penuh kejutan, bukan?
Setiap hari ada saja bumbu baru yang belum kita ketahui rasanya seperti apa.
Sebagai pengingat kalau rasa manis tidak selamanya berlaku.
Manis memang rasa paling nyaman.
Tapi kalau terlalu banyak dikonsumsi tidak baik juga, kan? :D
Bicara tentang hidup, tak pernah lepas dari satu daging yang ada di dalam diri manusia.
Ya, Hati.
Aku termasuk orang yang paling takut bicara soal hati.
Karena memang hanya aku sendiri yang mengerti.
Mau sejelas apa pun aku berbicara soal isi hati.
Sampai kapanpun tidak akan pernah ada yang paham.
Lalu pada akhirnya apa?
Terluka dan saling menyalahkan.
Maka dari itu.
Lebih baik diam dan tuliskan saja.
Kembali ke topik awal.
Rutinitas.
Tidak ada yang istimewa dari rutinitasku.
Hanya kuliah, mengajar, makan, tidur, kuliah, mengajar, makan, tidur.
Terkadang aku merevisi dan melanjutkan ceritaku.
Terkadang aku juga menari mengikuti gerakan salah satu Girl Band papan atas, SNSD hehe.
Aku belum menemukan waktu yang paling tepat untuk olahraga.
Maka aku jadikan dance ini sebagai penggantinya dan sit up sebelum tidur.
Cukup membawa hasil dari keringat yang tercurah, hehe.
Ya, aku masih menulis.
Apa pun itu, dan sampai kapan pun itu.
Kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan adalah berhenti menulis.
Sehingga ada beberapa karyaku yang mati suri.
Hingga pada akhirnya dia datang menguatkanku.
Menimbulkan bagian dalam diri ini yang menginginkan selamanya bisa menulis.
Aku bermimpi bisa berbagi duniaku dengan mimpinya.
Karena dia membuat segala sesuatunya ada.
Dia membuat segala sesuatunya dekat.
Dia membuat aku percaya, bumi hanya sebutir debu di bawah telapak kaki kita.
Sampai kapanpun, aku merasa berhutang budi padanya.
Dia memang bukan inspirasi pertamaku dalam menulis.
Tapi satu hal yang pasti.
Mencintai dia merupakan inspirasi terbesarku.
Dia selalu hidup dalam setiap tulisan-tulisanku.
Dalam hidupku.
Dalam hatiku.
Ya, Dia.
Langitku.
Titaniumku.
Entah sampai kapan aku bertahan dengan cinta yang kupunya ini untuknya.
Tidak ada habisnya, ku rasa.
Mi Cielo, Te quiero . . .
-d-
Asyik dengan segala rutinitas yang menggeluti hari.
Kaki pun terasa ringan melangkah.
Bersahabat dengan kelam.
Berjabat tangan dengan takdir.
Dan bertahan ketika menyesap segala kepahitan.
Rasanya hanya itu saja penguat hati dikala memaksa untuk bertahan.
Selain berdoa dan berserah diri kepada Raja dari semua Raja, Allah SWT.
Serta melakukan yang terbaik.
Rasanya hidup ini penuh kejutan, bukan?
Setiap hari ada saja bumbu baru yang belum kita ketahui rasanya seperti apa.
Sebagai pengingat kalau rasa manis tidak selamanya berlaku.
Manis memang rasa paling nyaman.
Tapi kalau terlalu banyak dikonsumsi tidak baik juga, kan? :D
Bicara tentang hidup, tak pernah lepas dari satu daging yang ada di dalam diri manusia.
Ya, Hati.
Aku termasuk orang yang paling takut bicara soal hati.
Karena memang hanya aku sendiri yang mengerti.
Mau sejelas apa pun aku berbicara soal isi hati.
Sampai kapanpun tidak akan pernah ada yang paham.
Lalu pada akhirnya apa?
Terluka dan saling menyalahkan.
Maka dari itu.
Lebih baik diam dan tuliskan saja.
Kembali ke topik awal.
Rutinitas.
Tidak ada yang istimewa dari rutinitasku.
Hanya kuliah, mengajar, makan, tidur, kuliah, mengajar, makan, tidur.
Terkadang aku merevisi dan melanjutkan ceritaku.
Terkadang aku juga menari mengikuti gerakan salah satu Girl Band papan atas, SNSD hehe.
Aku belum menemukan waktu yang paling tepat untuk olahraga.
Maka aku jadikan dance ini sebagai penggantinya dan sit up sebelum tidur.
Cukup membawa hasil dari keringat yang tercurah, hehe.
Ya, aku masih menulis.
Apa pun itu, dan sampai kapan pun itu.
Kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan adalah berhenti menulis.
Sehingga ada beberapa karyaku yang mati suri.
Hingga pada akhirnya dia datang menguatkanku.
Menimbulkan bagian dalam diri ini yang menginginkan selamanya bisa menulis.
Aku bermimpi bisa berbagi duniaku dengan mimpinya.
Karena dia membuat segala sesuatunya ada.
Dia membuat segala sesuatunya dekat.
Dia membuat aku percaya, bumi hanya sebutir debu di bawah telapak kaki kita.
Sampai kapanpun, aku merasa berhutang budi padanya.
Dia memang bukan inspirasi pertamaku dalam menulis.
Tapi satu hal yang pasti.
Mencintai dia merupakan inspirasi terbesarku.
Dia selalu hidup dalam setiap tulisan-tulisanku.
Dalam hidupku.
Dalam hatiku.
Ya, Dia.
Langitku.
Titaniumku.
Entah sampai kapan aku bertahan dengan cinta yang kupunya ini untuknya.
Tidak ada habisnya, ku rasa.
Mi Cielo, Te quiero . . .
-d-
Kamis, 29 November 2012
Hasil Audiensi Tangenmat Himatika 'Identika' UPI
Untuk para peserta yang tidak mendatangi Audiensi yang diadakan TIM Tangenmat Himatika 'Identika' UPI pada tanggal 29 November 2012 dapat melihat hasil Audiensi sebagai berikut :
HASIL AUDIENSI
Hasil Audiensi
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Membawa mushaf Al-Qur’an dan Al-Matsurat serta membawa peralatan sholat.
2. Sangat dianjurkan membawa pakaian yang menghangatkan dan obat-obatan pribadi (seperti jaket, kaos kaki, minyak kayu putih dll).
3. Memakai pakaian yang sopan dan menutupi aurat.
4. Untuk outing, peserta diwaibkan memakai kaos dan Training (untuk akhwat didobel dengan rok).
5. Membawa peralatan mandi.
6. Membawa ponco atau yang lain sebagainya untuk melindungi dari hujan.
7. Untuk alas kaki boleh memakai sendal atau sepatu.
8. Untuk makan siang hari Sabtu, peserta membawa dari rumah.*)
9. Dibolehkan untuk membawa makanan dan minuman sendiri.
10. Berkumpul di depan Al-Furqan (halaman Al-Furqan).
11. Peserta dan tim untuk hadir di depan Al-Furqan 15 menit sebelum acara dimulai (acara dimulai pukul 10.00 WIB).
12. Mengikuti rangkaian acara karena hanya Allah SWT.
*)Makanan yang disediakan Tim Tangenmat hanya untuk Sabtu malam, Minggu pagi, dan Minggu siang.
TATA TERTIB TANGENMAT 2012
1) Peserta meminta izin ke orang tua untuk melaksanakan acara tangenmat ini.*)
2) Cara berpakaian :
a) Kepada seluruh peserta Akhwat diwajibkan untuk selalu menjaga hijabnya saat acara tangenmat berlangsung (memakai busana yang menutupi seluruh aurat, terutama memakai jilbab).
b) Begitu juga Ikhwan, untuk selalu menutupi auratnya (tidak boleh memakai celana pendek selama kegiatan tangenmat berlangsung).
3) Peserta harus sudah datang 15 menit sebelum jadwal yang ditentukan oleh tim.
4) Peserta harus mengikuti setiap rangkaian acara tangenmat.
5) Peserta dilarang merokok di tempat kegiatan.
6) Peserta tidak membawa senjata tajam, minuman keras dan barang terlarang lainnya.
7) Tidak membawa dan memakai barang berharga secara berlebihan.
8) Peserta tidak membuat kegaduhan.
9) Jika peserta meninggalkan kegiatan harus meminta izin kepada tim.
10) Peserta tidak melakukan perilaku yang dianggap tidak baik.
11) Setiap peserta harus menjaga nama baik almamater UPI.
12) Barang bawaan peserta sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta.
13) Peserta tidak boleh keluar dari lingkungan SAB, terkecuali memang ada keperluan yang sangat mendadak dan harus disertai izin dari panitia.
14) Kepada peserta tangenmat, berhati-hati dalam memakai segala jenis fasilitas yang ada di SAB, dan bagi yang merusaknya, akan dimintai pertanggungjawaban.
15) Hal-hal lain yang belum tercantum dibicarakan lebih lanjut dengan persetujuan koordinator tim.
*) untuk tata tertib point ke satu, kami percaya bahwa setiap peserta telah meminta izin terlebih dahulu ke orang tua, jika diperlukan, format surat izin dari orang tua bisa meminta pada tim
SUSUNAN ACARA TANGENMAT 2012
Waktu Kegiatan
09.00-10.00 Registrasi ulang peserta
10.00-10.30 Pemberangkatan Peserta
10.30-11.30 Istirahat + Persiapan
11.30-12.15 Sholat Dzuhur
12.15-12.40 Makan
12.40-15.00 Materi
15.00-15.20 Sholat Ashar
15.20-17.20 Materi
17.25-17.45 Baca Al Ma’tsurat
17.45-18.20 Sholat Maghrib
18.20-19.00 Tilawah
19.00-19.20 Sholat Isya’
19.20-19.50 Makan
19.50-22.00 Diskusi/Menonton Video dan Muhasabah
22.00-02.30 Tidur
02.00-02.30 Persiapan Qiyamullail
02.30-04.00 Qiyamullail
04.00-04.50 Sholat Subuh
04.50-05.20 Baca Al Ma’tsurat
05.20-06.00 Berpatut Diri
06.00-07.00 Olahraga
07.00-07.30 Sholat Dhuha
07.30-08.00 Sarapan
08.00-11.00 Outing
11.00-11.40 Persiapan Sholat Dzuhur
11.40-12.20 Sholat Dzuhur
12.20-12.50 Makan Siang
12.50-13.15 Persiapan Pulang
13.15-... Pulang
Bila ada hal yang ingin ditanyakan lebih lanjut, dapat menghubungi Ketua TIM Tangenmat.
Salman : 085317766372
Agubg : 089666980207
TAGENMAT!
Semangatnya beda, sensasinya beda!
ALLOHU AKBAR!
HASIL AUDIENSI
Hasil Audiensi
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Membawa mushaf Al-Qur’an dan Al-Matsurat serta membawa peralatan sholat.
2. Sangat dianjurkan membawa pakaian yang menghangatkan dan obat-obatan pribadi (seperti jaket, kaos kaki, minyak kayu putih dll).
3. Memakai pakaian yang sopan dan menutupi aurat.
4. Untuk outing, peserta diwaibkan memakai kaos dan Training (untuk akhwat didobel dengan rok).
5. Membawa peralatan mandi.
6. Membawa ponco atau yang lain sebagainya untuk melindungi dari hujan.
7. Untuk alas kaki boleh memakai sendal atau sepatu.
8. Untuk makan siang hari Sabtu, peserta membawa dari rumah.*)
9. Dibolehkan untuk membawa makanan dan minuman sendiri.
10. Berkumpul di depan Al-Furqan (halaman Al-Furqan).
11. Peserta dan tim untuk hadir di depan Al-Furqan 15 menit sebelum acara dimulai (acara dimulai pukul 10.00 WIB).
12. Mengikuti rangkaian acara karena hanya Allah SWT.
*)Makanan yang disediakan Tim Tangenmat hanya untuk Sabtu malam, Minggu pagi, dan Minggu siang.
TATA TERTIB TANGENMAT 2012
1) Peserta meminta izin ke orang tua untuk melaksanakan acara tangenmat ini.*)
2) Cara berpakaian :
a) Kepada seluruh peserta Akhwat diwajibkan untuk selalu menjaga hijabnya saat acara tangenmat berlangsung (memakai busana yang menutupi seluruh aurat, terutama memakai jilbab).
b) Begitu juga Ikhwan, untuk selalu menutupi auratnya (tidak boleh memakai celana pendek selama kegiatan tangenmat berlangsung).
3) Peserta harus sudah datang 15 menit sebelum jadwal yang ditentukan oleh tim.
4) Peserta harus mengikuti setiap rangkaian acara tangenmat.
5) Peserta dilarang merokok di tempat kegiatan.
6) Peserta tidak membawa senjata tajam, minuman keras dan barang terlarang lainnya.
7) Tidak membawa dan memakai barang berharga secara berlebihan.
8) Peserta tidak membuat kegaduhan.
9) Jika peserta meninggalkan kegiatan harus meminta izin kepada tim.
10) Peserta tidak melakukan perilaku yang dianggap tidak baik.
11) Setiap peserta harus menjaga nama baik almamater UPI.
12) Barang bawaan peserta sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta.
13) Peserta tidak boleh keluar dari lingkungan SAB, terkecuali memang ada keperluan yang sangat mendadak dan harus disertai izin dari panitia.
14) Kepada peserta tangenmat, berhati-hati dalam memakai segala jenis fasilitas yang ada di SAB, dan bagi yang merusaknya, akan dimintai pertanggungjawaban.
15) Hal-hal lain yang belum tercantum dibicarakan lebih lanjut dengan persetujuan koordinator tim.
*) untuk tata tertib point ke satu, kami percaya bahwa setiap peserta telah meminta izin terlebih dahulu ke orang tua, jika diperlukan, format surat izin dari orang tua bisa meminta pada tim
SUSUNAN ACARA TANGENMAT 2012
Waktu Kegiatan
09.00-10.00 Registrasi ulang peserta
10.00-10.30 Pemberangkatan Peserta
10.30-11.30 Istirahat + Persiapan
11.30-12.15 Sholat Dzuhur
12.15-12.40 Makan
12.40-15.00 Materi
15.00-15.20 Sholat Ashar
15.20-17.20 Materi
17.25-17.45 Baca Al Ma’tsurat
17.45-18.20 Sholat Maghrib
18.20-19.00 Tilawah
19.00-19.20 Sholat Isya’
19.20-19.50 Makan
19.50-22.00 Diskusi/Menonton Video dan Muhasabah
22.00-02.30 Tidur
02.00-02.30 Persiapan Qiyamullail
02.30-04.00 Qiyamullail
04.00-04.50 Sholat Subuh
04.50-05.20 Baca Al Ma’tsurat
05.20-06.00 Berpatut Diri
06.00-07.00 Olahraga
07.00-07.30 Sholat Dhuha
07.30-08.00 Sarapan
08.00-11.00 Outing
11.00-11.40 Persiapan Sholat Dzuhur
11.40-12.20 Sholat Dzuhur
12.20-12.50 Makan Siang
12.50-13.15 Persiapan Pulang
13.15-... Pulang
Bila ada hal yang ingin ditanyakan lebih lanjut, dapat menghubungi Ketua TIM Tangenmat.
Salman : 085317766372
Agubg : 089666980207
TAGENMAT!
Semangatnya beda, sensasinya beda!
ALLOHU AKBAR!
Label:
No words (;
Selasa, 23 Oktober 2012
Tentang Sebuah Konsep
Saranghae . . .
Mengucapkan hal di atas memang mudah.
Semudah membalikkan tangan.
Tapi tahukah maknanya?
Terkandung sebuah makna besar di baliknya.
Terlintas sebuah pertanyaan di dalam kelas PPD.
Ada yang menanyakan, mana yang lebih dulu?
Menikah, ataukah karir?
Kalau tidak di cut oleh sang Dosen, akan menjadi perbincangan tak ada ujungnya di sana.
Aku sudah mengacung tinggi-tinggi untuk berpendapat.
Tetapi tidak diberi kesempatan karena adanya cut itu.
Maka aku akan memaparkan jawabannya di sini.
Menikah, atau karir dulu?
Bagiku, keduanya elemen penting yang berkesinambungan.
Jika aku lebih memilih menikah dulu, tentu itu mempunyai arti.
Pertama, bukan berarti orang yang memilih menikah terlebih dahulu sebelum berkarir itu tidak tahu apa yang akan ia hadapi.
Dengan menikah, berarti dia telah mengikis egonya karena tidak lagi ragu untuk berbagi kehidupan dengan pasangan hidup yang dianggap tepat.
Ada sebuah konsep di balik pernikahan itu sendiri.
Yaitu sebuah konsep berkeluarga.
Banyak yang menyalahartikan mengenani komitmen berkeluarga di jaman sekarang.
Apalagi jika sudah ada pendatang baru di dalam keluarga yang dibangun, yaitu si buah hati.
Buah hati itu merupakan sebuah amanah dari Sang Pencipta.
Tangan kitalah sebagai orang tua yang akan berkreasi membentuk kepribadiannya.
Mendidiknya dengan segala aspek kehidupan yang semakin hari semakin banyak menuntut ini itu.
Maka dari itu, tidak ada salahnya jika memilih menikah terlebih dahulu.
Karena mungkin mereka mengerti akan konsep yang ada dibaliknya.
Sehingga keberkahan untuk karir pun dapat mengikuti.
Kedua, jika ia memilih berkarir terlebih dahulu, lalu menikah.
Hal ini pun tak ada salahnya.
Berarti, mereka yang memilih untuk berkarir terlebih dahulu ingin mensejahterakan keluarganya lahir dan batin.
Tetapi kita tidak dapat mungkir ada beberapa pasangan yang buta akan konsep dari sebuah keluarga karena karir.
Mereka sama sekali tidak memperhatikan dan mengikuti perkembangan demi perkembangan yang dilewati anaknya.
Sehingga ketika mereka merasa ada yang salah dengan kepribadian anaknya, mereka akan menyalahkan dunia pendidikan.
Padahal pendidikan berkarakter itu sendiri seharusnya dibangun di keluarga.
Sesungguhnya, tidak ada yang merugikan atau menguntungkan jika memilih menikah atau berkarir terlebih dahulu.
Kalau kata seorang teman, hidup itu pilihan.
Dan itu merupakan suatu proses pendewasaan.
Intinya, jangan pernah bermain-main dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang anak.
Sebagai seorang calon Ibu, tentu aku akan terjun langsung dalam mendidik buah hatiku kelak.
Karena aku ingin anakku mempunyai kepribadian yang terintegrasi.
Dan bagaimana dengan karirku nanti?
Aku masih bisa berkarya dengan mengerahkan dan mengasah segala kemampuan yang aku punya.
Berkarya dengan menjadi wanita seutuhnya :)))
Case closed.
:DDD
-d-
Mengucapkan hal di atas memang mudah.
Semudah membalikkan tangan.
Tapi tahukah maknanya?
Terkandung sebuah makna besar di baliknya.
Terlintas sebuah pertanyaan di dalam kelas PPD.
Ada yang menanyakan, mana yang lebih dulu?
Menikah, ataukah karir?
Kalau tidak di cut oleh sang Dosen, akan menjadi perbincangan tak ada ujungnya di sana.
Aku sudah mengacung tinggi-tinggi untuk berpendapat.
Tetapi tidak diberi kesempatan karena adanya cut itu.
Maka aku akan memaparkan jawabannya di sini.
Menikah, atau karir dulu?
Bagiku, keduanya elemen penting yang berkesinambungan.
Jika aku lebih memilih menikah dulu, tentu itu mempunyai arti.
Pertama, bukan berarti orang yang memilih menikah terlebih dahulu sebelum berkarir itu tidak tahu apa yang akan ia hadapi.
Dengan menikah, berarti dia telah mengikis egonya karena tidak lagi ragu untuk berbagi kehidupan dengan pasangan hidup yang dianggap tepat.
Ada sebuah konsep di balik pernikahan itu sendiri.
Yaitu sebuah konsep berkeluarga.
Banyak yang menyalahartikan mengenani komitmen berkeluarga di jaman sekarang.
Apalagi jika sudah ada pendatang baru di dalam keluarga yang dibangun, yaitu si buah hati.
Buah hati itu merupakan sebuah amanah dari Sang Pencipta.
Tangan kitalah sebagai orang tua yang akan berkreasi membentuk kepribadiannya.
Mendidiknya dengan segala aspek kehidupan yang semakin hari semakin banyak menuntut ini itu.
Maka dari itu, tidak ada salahnya jika memilih menikah terlebih dahulu.
Karena mungkin mereka mengerti akan konsep yang ada dibaliknya.
Sehingga keberkahan untuk karir pun dapat mengikuti.
Kedua, jika ia memilih berkarir terlebih dahulu, lalu menikah.
Hal ini pun tak ada salahnya.
Berarti, mereka yang memilih untuk berkarir terlebih dahulu ingin mensejahterakan keluarganya lahir dan batin.
Tetapi kita tidak dapat mungkir ada beberapa pasangan yang buta akan konsep dari sebuah keluarga karena karir.
Mereka sama sekali tidak memperhatikan dan mengikuti perkembangan demi perkembangan yang dilewati anaknya.
Sehingga ketika mereka merasa ada yang salah dengan kepribadian anaknya, mereka akan menyalahkan dunia pendidikan.
Padahal pendidikan berkarakter itu sendiri seharusnya dibangun di keluarga.
Sesungguhnya, tidak ada yang merugikan atau menguntungkan jika memilih menikah atau berkarir terlebih dahulu.
Kalau kata seorang teman, hidup itu pilihan.
Dan itu merupakan suatu proses pendewasaan.
Intinya, jangan pernah bermain-main dalam membentuk karakter dan kepribadian seorang anak.
Sebagai seorang calon Ibu, tentu aku akan terjun langsung dalam mendidik buah hatiku kelak.
Karena aku ingin anakku mempunyai kepribadian yang terintegrasi.
Dan bagaimana dengan karirku nanti?
Aku masih bisa berkarya dengan mengerahkan dan mengasah segala kemampuan yang aku punya.
Berkarya dengan menjadi wanita seutuhnya :)))
Case closed.
:DDD
-d-
Kamis, 18 Oktober 2012
Tentang Cinta yang Lain
Terinspirasi dari acara wisuda, Rabu 17 Oktober 2012.
Ada sebuah kelas yang menyanyikan lagu yang di Medley.
Salah satunya adalah lagu dari Ipang-Tentang Cinta, dan Ungu-Cinta yang Lain.
Saya langsung mematung saat mendengarnya.
Jadi, begini cara mereka me-Medley kedua lagu tersebut, kalau saya tidak salah dengar.
Sekilas tentang dirimu,
Yang lama ku nanti,
Memikat hatiku,
Jumpamu pertama kali,
Janji yang pernah terucap,
Tuk satukan hati kita,
Namun tak pernah terjadi,
Lupakan aku,
Jangan pernah kau harapkan cinta,
Yang indah dariku,
Lupakan aku,
Kupunya cinta lain yang tak bisa,
Untuk kutinggalkan,
Mungkin suatu saat nanti,
Kau pun akan mengerti,
Bahwa cinta memang tak mesti harus bersama,
Mungkinkah masih ada waktu,
Yang tersisa untukku,
Mungkinkah masih ada cinta di hatimu,
Andaikan saja aku tahu,
Kau tak hadirkan cintamu,
Inginku melepasmu,
Dengan pelukan,
Just try it by yourself.
Believe me it will be awesomeee!!!
-d-
Ada sebuah kelas yang menyanyikan lagu yang di Medley.
Salah satunya adalah lagu dari Ipang-Tentang Cinta, dan Ungu-Cinta yang Lain.
Saya langsung mematung saat mendengarnya.
Jadi, begini cara mereka me-Medley kedua lagu tersebut, kalau saya tidak salah dengar.
Sekilas tentang dirimu,
Yang lama ku nanti,
Memikat hatiku,
Jumpamu pertama kali,
Janji yang pernah terucap,
Tuk satukan hati kita,
Namun tak pernah terjadi,
Lupakan aku,
Jangan pernah kau harapkan cinta,
Yang indah dariku,
Lupakan aku,
Kupunya cinta lain yang tak bisa,
Untuk kutinggalkan,
Mungkin suatu saat nanti,
Kau pun akan mengerti,
Bahwa cinta memang tak mesti harus bersama,
Mungkinkah masih ada waktu,
Yang tersisa untukku,
Mungkinkah masih ada cinta di hatimu,
Andaikan saja aku tahu,
Kau tak hadirkan cintamu,
Inginku melepasmu,
Dengan pelukan,
Just try it by yourself.
Believe me it will be awesomeee!!!
-d-
Label:
No words (;
Heroin . . .
Sudah lama juga tidak posting di sini lagi.
Sedang aktif di akun sebelah soalnya :)
Jangan cemburu ya, blogger?
Walau terkadang cemburu itu perlu.
Menandakan kalau kita benar-benar peduli, ya kan?
Menandakan kalau kita nggak ingin kehilangan, tetapi nggak ingin juga menjadi candu.
Ya, candu.
Kata yang identik karena konotasinya negatif.
Kata yang identik dengan keinginan yang membabi buta,
Karena jika keinginan itu tak terpenuhi, sakitnya bahkan seolah menusuk-nusuk sukma.
Rasanya seperti meingiris dengan pelan namun pasti nadi di tanganmu dengan pisau yang baru saja diasah,
Rasanya seperti menghisap ribuan pil tanpa ada penawar sama sekali.
Ya, PERIH. PAHIT. dan MEMATIKAN.
Kira-kira seperti itulah jika sudah menjadikan sesuatu, seseorang, sebagai candu.
Dan ya, aku sedang dirundu hal itu sekarang.
Candu untuk larut dalam canda tawa serta kelakarnya.
Candu untuk limbung karena tatap mata.
Bukan untuknya, bukan untuk siapa.
Tapi untukku.
Karena aku ingin kamu.
Itu saja.
"You seem like a heroin for me. Your face, your smile, even your smell, invites me in."
-d-
Sedang aktif di akun sebelah soalnya :)
Jangan cemburu ya, blogger?
Walau terkadang cemburu itu perlu.
Menandakan kalau kita benar-benar peduli, ya kan?
Menandakan kalau kita nggak ingin kehilangan, tetapi nggak ingin juga menjadi candu.
Ya, candu.
Kata yang identik karena konotasinya negatif.
Kata yang identik dengan keinginan yang membabi buta,
Karena jika keinginan itu tak terpenuhi, sakitnya bahkan seolah menusuk-nusuk sukma.
Rasanya seperti meingiris dengan pelan namun pasti nadi di tanganmu dengan pisau yang baru saja diasah,
Rasanya seperti menghisap ribuan pil tanpa ada penawar sama sekali.
Ya, PERIH. PAHIT. dan MEMATIKAN.
Kira-kira seperti itulah jika sudah menjadikan sesuatu, seseorang, sebagai candu.
Dan ya, aku sedang dirundu hal itu sekarang.
Candu untuk larut dalam canda tawa serta kelakarnya.
Candu untuk limbung karena tatap mata.
Bukan untuknya, bukan untuk siapa.
Tapi untukku.
Karena aku ingin kamu.
Itu saja.
"You seem like a heroin for me. Your face, your smile, even your smell, invites me in."
-d-
Langganan:
Postingan (Atom)